e-KTP di Merangin Terkesan Hanya Untuk Orang-orang Tertentu

Senin, 21 Januari 2019 - 20:56:21 | dibaca: 171 kali


Tampak pemberitahuan mengenai habisnya Blanko e-KTP di kantor Dukcapl Merangin
Tampak pemberitahuan mengenai habisnya Blanko e-KTP di kantor Dukcapl Merangin / dhan-me

BANGKO, meranginekspres.com- Tidak berlebihan rasanya jika mengatakan KTP Elektronik (e-KTP) di Kabuputen Merangin hanya untuk orang-orang tertentu.

Pasalnya, pasca dikeluarkan pengumuman bahwa blangko e-KTP sudah habis pada Desember 2018 lalu, tetapi masih ada orang yang bisa mendapatkan kartu identitas kependudukan tersebut.

Ya, Edi Suratno adalah orang yang terendus mendapat ‘keistimewaan’ tersebut. Beredar foto e-KTP yang bersangkutan melalui sejumlah group WhatsApp, tertanggal 14 Januari 2018, dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Merangin.

Diketahui, sebelumnya sang caleg dari partai Nasdem untuk Daerah Pemilihan I(Dapil) II  beberapa waktu lalu membuat heboh publik Merangin karena ulahnya yang mengganti statusnya di e-KTP sudah bekerja sebagai anggota DPRD, meski belum melaksanakan pelantikan sebagai anggota dewan.

Belakangan, muncul lagi KTP terbaru milik Edi Suratno, dengan status pekerjaan Wiraswasta.

Padahal, pantauan langsung Merangin Ekspres dikantor Dukcapil Merangin, tepat pada tanggal 14 januari 2019, sejumlah warga yang berniat hendak mengurus e-KTP terpaksa pulang dengan tangan hampa, lantaran ‘disambut’ hangat oleh kertas bertuliskan pemberitahuan bahwa blangko e-KTP habis, yang ditempel di sejumlah tempat di kantor Dukcapil Merangin.

Salah satu warga merangin asal Pamenang Selatan, mengaku sangat kecewa dengan kondisi tersebut, pria paruh baya yang meminta namanya tidak dituliskan itu mengungkap, ia bahkan sudah tiga tahun lalu melakukan rekam data, namun hingga saat ini belum memilik e-KTP karena selalu terbentur berbagai alas an saat hendak mengurus.

‘’Bulan kemarin (Desember 2018, red) saya dua kali dating kesini, kata petugasnya blangko habis. Hari ini saya kesini lagi, dengan harapan sudah bias memiliki e-KTP, namun didepan saya sudah melihat pemberitahuan yang ditempel, saat saya Tanya langsung ke petugas, mereka juga bilang tidak mbisa memproses pembuatan e-KTP karena blanko nya habis,” tutur sumber ini di kantor Dukcapil Merangin, Senin (14/1) lalu.    

Baca juga: Masih Caleg, Status di eKTP Sudah Anggota Dewan

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Merangin, Jailani saat dikonfirmasi, mengaku tidak tahu menahu perihal penerbitan e-KTP Edi Suratno. Jailani mengaku sedang berobat di salah satu rumah sakit di Padang, Provinsi Sumatera Barat.

‘’Saya waktu itu sakit, sedang di Padang tanggal 14 itu. Mungkin melalui Sekdin,” ungkapnya kepada Merangin Ekspres saat ditemui di ruang kerjanya, Senin pagi (21/1).

Kesal dengan kinerja anak buahnya, pasca penerbitan e-KTP Edi Suratno. Jailani mengaku sudah memarahi bawahannya tersebut, karena dianggap terlalu ceroboh dalam bekerja.

‘’Sebelumnya sudah sering saya ingatkan kepada anak buah saya agar tidak sembarangan dalam penerbitan e-KTP, karena dokumen yang dikeluarkan adalah dokumen hokum,” katanya.

Secara administrasi lanjut Jailani, hal tersebut tidak menyalahi aturan. Tetapi secara etika pelayanan itu ia sebut menyalahi.

‘’Karena  pelayanan  dukcapil berdasarkan azaz pelaporan. Seperti, ketika datang melapor meminta perubahan  data akan kita layani. Kemudian datang lagi, mungkin karena malu datang minta perubahan lagi,” lanjutnya.

Disinggung mengenai kemungkinan protes warga lainnya karena dinilai ‘tebang pilih’ dalam pelayanan penerbitan e-KTP.

‘’Masyarakat sebenarnya tidak ada yang terhambat, karena kita ada yang namanya Suket (surat keterangan) e-KTP,” ujar Jailani.

Lalu dari mana e-KTP itu berasal? Jailani menyebut ada tersisa beberapa biji untuk mengantisipasi hal-hal tertentu.

‘’Pak Bupati KTP nya hilang contohnya. Saat ada urusan penting hendak berangkat terkendala di bandara, pihak bandara tidak mau ambil peduli,” pungkasnya.

Penulis: dhan
Editor: zhf