Dipimpin Bripka Antoni, Satu Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Berhasil Diciduk

Kamis, 17 Januari 2019 - 12:15:32 | dibaca: 563 kali


Pelaku berikut Barang Bukti Narkoba jenis ganja yang berhasil diamankan
Pelaku berikut Barang Bukti Narkoba jenis ganja yang berhasil diamankan / eric-me

BANGKO, meranginekspres.com- Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Merangin kembali berhasil mengamankan pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba jenis Ganja, Rabu (16/1).

Kali ini pelaku WI (34) warga asal Margo Tabir berhasil diamankan Satres Narkoba Polres Merangin di kediaman pelaku. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan.

Penangkapan berawal dari adanya laporan dari masyarakat sekitar, yang mencurigai aktifitas pelaku. Berbekal laporan tersebut, anggota Satres narkoba yang dipimpin langsung oleh Bripka Antoni, SH langsung menuju TKP, saat dipakukan pengintaian, anggota mencurigai sebuah rumah yang diduga kerap terjadi transaksi narkoba.

Benar saja, saat dilakukan penggerebegkan, anggota menemukan sejumlah Barang Bukti (BB) berupa tiga bungkusan kertas putih yang diduga berisi ganja kering, dengan berat bruto 12,15 Gram, satu linting ganja yang telah digunakan dan dua unit HP.

Pelaku bersama barang bukti lantas diamankan ke Mapolres Merangin.

Kapolres Merangin, AKBP I Kade Utama Wijaya, melalui Kasat Narkoba Polres Merangin, Iptu Robinson Singarimbun membenarkan adanya penangkapan pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba jenis ganja ini.

"Iya penangkapan berawal dari laporan nasyarakat sekitar, dan angota kami melakukan penyelidikan terhadap pelaku," kata Kasat.

Dikatakan kasat, bersama tersangka juga diamankan Barang Bukti (BB) berupa tiga bungkusan kertas putih yang diduga berisi ganja kering, dengan berat bruto 12,15 Gram, satu linting ganja yang telah digunakan dan dua unit HP.

"Anggota amankan BB, kertas putih yang diduga berisi ganja dengan berat 12,15 gram, satu linting ganja yang telah digunakan serta dua unit handpone,'' jelas Kasat. 

"Pelaku akan dikenakan Pasal 114 (1) dan 111 (1) UU RI No 35 Tahun 2009, dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara," tutup Robinson. 

Penulis: eric
Editor: zhf