Pembangunan Sempat Dihentikan Pemkab, Ruko Sepuluh Pintu Rata Dengan Tanah

Rabu, 16 Januari 2019 - 20:07:10 | dibaca: 179 kali


Tampak lokasi bekas bangunan ruko yang sudah rata dengan tanah
Tampak lokasi bekas bangunan ruko yang sudah rata dengan tanah / eric-me

BANGKO, meranginekspres.com- Satu unit bangunan Rumah Tokoh (Ruko) milik NJ (55), yang terletak dipinggir jalan masumai raya, kawasan tebing Bukit Tiung Kelurahan Kematang Kandis, Bangko, runtuh dan rata dengan tanah, Rabu (16/1) pagi.

Nyaris tak ada yang tersisa dari bangunan yang terlihat satu lantai dari jalan ini. Semua bagian bangunan jatuh ke jurang persis diatas bibir Sungai Batang Mesumai.

Pengakuan salah satu warga sekitar, Iyan Stepano mengatakan bahwa ia pada awalnya melihat bagian samping ruko telah bolong dan tanah hasil timbunan sudah mulai bergerak tak ubahnya air yang mengalir.

‘’Saya awalnya melihat disamping ruko, bagian bangunan sudah bolong, ada tanah yang keluar dari bolongan tersebut seperti air keluarnya, tidak lama ruko pun rubuh,” kata Iyan.

‘’Sekitar jam 06.45 WIB kejadiannya. Tiba-tiba dengar suara ribut dan ruko langsung ambruk ke jurang. Longsor,” kata Sai (40), warga lainnya yang ditemui di lokasi kejadian.

Pantauan Merangin Ekspres ruko ini tepat berada di belakang taman wisata Bukit Tiung. Bangunan tersebut berdiri dipinggiran jurang berketinggian sekitar 50 meter di atas Sungai Batang Mesumai.

Beruntung tak ada korban Jiwa dalam insiden tersebut, namun demikian, sejumlah penyewa ruko ditaksir menderita kerugian materiil hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Baca Juga: Bupati :Saya Sudah Cegah Jangan Dibangun

Sebelumnya bangunan ini sudah berpolemik. Beberapa bulan yang lalu pembangunannya sempat dihentikan Pemkab Merangin dan dijaga oleh Satpol PP.

Saat itu cukup ramai diberitakan, bahwa pembangunan ruko tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemkab Merangin. Pihak Pemkab sendiri, dalam hal ini Bupati Merangin langsung sudah beberapa kali menegur pihak pemilik, agar tidak membangun ruko dilokasi tersebut, selain berada di tebing bantaran sungai, dari segi jarak dari jalan raya, juga tidak sesuai dengani aturan yang berlaku.

Bahkan saat proses pembangunan beberapa bulan lalu, proyek tersebut sempat disegel oleh pemkab, karena pemilik dinilai ngotot untuk tetap membangun tanpa menghiraukan aturan.

‘’Tapi kita juga dak tau. Kok belakangan pembangunan tetap lanjut. Sampai selesai satu lantai,” ujar warga lainnya.

Informasi yang berhasil didapatkan, ruko ini dibangun oleh pengusaha lokal berinisial NJ, sementara pemilik tanahnya berinsial D.

Sementara itu, NJ selaku pemilik ruko mengaku pasrah dengan musibah yang menimpanya itu, terkait permasalahan hukum, terlebih ruko miliknya itu santer disebutkan tak mengantongi IMB, NJ juga mengaku siap menerima konsekuensinya.

‘’Inikan musibah, tetapi saya siap dengan musibah ini, biarlah hukum yang mengatur ini. Saya siap menghadapi apapun resiko dari apa yang terjadi hari ini,” kata NJ dikonfirmasi per telepon, Rabu (16/01).

Penulis: eric
Editor: zhf