Tantangan MZ ‘Dilayani’ di Ranah Hukum, Kepolisian Didesak Usut Tuntas

Senin, 24 Desember 2018 - 17:35:02 | dibaca: 691 kali


Ilustrasi
Ilustrasi / ist-net

BANGKO, meranginekspres.com- Tantangan MZ, salah satu oknum Kabid di Dinas PU-PR Merangin terhadap salah satu pekerja pers di Merangin, sepertinya mendapat ‘perlawanan’.

RSB, jurnalis salah satu media online yang merasa ditantang, ‘melayani’ tantangan tersebut dengan melapor ke pihak Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Bangko.

Pasca dimasukkannya laporan tersebut, sejumlah organisasi jurnalis yang ada di Merangin, mendesak pihak kepolisian, untuk mengusut tuntas insiden tersebut.

Baca juga: Diduga tak Terima soal Pemberitaan, Oknum Kabid Tantang Wartawan Berkelahi

Em Fajri, ketua Ikatan Jurnalis Merangin (IJM), mendesak phak keplisian untuk segera menangani kasus tersebut. Ia mengaku tak ingin tindak kekerasan terhadap jurnalis terus terjadi dan dibiarkan begitu saja. Terlebih menurut Fajri, insiden ini menyangkut dengan profesi jurnalis.

‘’Saya sebagai ketua IJM sangat setuju dengan keputusan RSB yang melaporkan MZ ke pihak berwajib. Perlakuan MZ itu sangat menyangkut dengan profesi jurnalis,” tegas Fajri lagi.

‘’Kami mendesak pihak kepolisian untuk serius menangani kasus ini, jangan sampai ada tebang pilih dalam penegakan hukum. Buktikan kalau hokum benar-benar berlaku,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Kholil selaku ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (Iwo) Merangin juga ikut angkat bicara, ia menyayangkan sikap arogan oknum pejabat tersebut, menurutnya aksi tak layak yang diperlihatkan di hadapan banyak orang itu, sudah melukai dunia jurnalis khususnya di merangin, juga menciderai Pemkab Merangin, mengingat MZ merupakan salah satu pejabat teras di bumi Tali Undang Tambang Teliti ini.

‘’Saya selaku ketua IWO merangin, sangat menyayangkan sikap MZ, yang memperlakukan RSB selaku anggota saya, sangat tidak etis perlakuan pejabat teras Merangin seperti MZ itu,” tegas Kholil.

Sebelumnya, RSB juga mengatakan bahwa ia secara pribadi sudah memaafkan MZ terkait perlakuan MZ kepadanya, namun menyangkut nama baik profesinya sebagai jurnalis ia meminta pihak kepolisan untuk mengusut tuntas insiden ini. 

‘’Pribadi saya sudah saya maafkan, tetapi menyangkut nama baik pekerjaan saya, saya tidak terima dan saya meminta kepada pihak berwajib untuk menindak lanjuti permasalahan ini, karena sudah menyangkaut nama baik profesi wartawan,” kata RSB.

Penulis: eric
Editor: zhf