Diduga tak Terima Soal Pemberitaan, Oknum Kabid Tantang Wartawan Berkelahi

Rabu, 19 Desember 2018 - 19:36:02 | dibaca: 1003 kali


ILUSTRASI
ILUSTRASI / ist-net

BANGKO, meranginekspres.com- Diduga karena tidak terima dengan pemberitaan terkait proyek toilet di gedung serbaguna, yang dibangun dengan tiga klosed tanpa sekat. Oknum Kabid pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) kabupaten Merangin, MZ naik pitam.

Bahkan MZ tidak segan-segan menantang RSB, wartawan salah satu media online yang sebelumnya menulis pemberitaan mengenai toilet ruang serbaguna tersebut, untuk adu jotos.

Ucapan keraspun terlontar dari mulut MZ, yang sejatinya merupakan salah satu pejabat teras di bumi Tali Undang Tambang Teliti ini.

Insiden tersebut terjadi saat Bupati Merangin beserta rombongan berada dilokasi pasar rakyat, untuk meninjau persiapan acara Merangin Expo dalam rangkaian peringatan HUT Merangin, Rabu (19/12) siang.

Pantauan dilokasi, sejumlah wartawan, termasuk RSB juga terlihat berada di lokasi untuk meliput kegiatan peninjauan tersebut. Saat kegiatan berlangsung, tiba-tiba MZ mendatangi RSB dan langsung marah-marah, bahkan terkesan tidak lagi memandang didekatnya ada Bupati Merangin.

‘’Kamu yang beritakan saya ya, aku tidak takut sama sekali  dengan siapo di Merangin ni, ini tanah tumpah  darah aku , mati bertumpah darah  nian aku mau,” teriak MZ yang terlihat penuh emosi.

Dihadapan sejumlah orang dan beberapa pejabat yang saat itu berada dilokasi, termasuk Bupati Merangin, MZ mengaku gerah dengan pemberitaan yang ditulis RSB di website berita online nya.

MZ bahkan langsung menantang RSB untuk berkelahi di lokasi tersebut.

‘’Jangan buat saya gerah, kamu orang mana ? kita berkelahi sajalah,” tantang MZ tanpa ditanggapi serius oleh RSB.

MZ juga tidak menanggapi saat RSB mencoba menjelaskan terkait dengan pemberitaan tentang closed di bangunan gedung serbaguna yang menelan dana Rp 1.796 .760. 000,- dari ABPD kabupaten Merangin 2018, yang di laksanakan oleh kontraktor pelaksana CV. Amal Bakti Lestari dan konsultan pengawas CV Garis Perak Cunsultant. Proyek inipun di bawah pengawasan TP4D Kejaksaan negri Merangin, dari kondisi proyek yang di laksanakan tersebut berdasarkan situs  ULP, masa kontraknya selama 180 hari, namun ternyata dalam pekerjaannya menjadi 230 hari kelender.

‘’Itu urusan pekerja bukan urusan saya,” kata MZ Dengan wajah kesal.

Beruntung ketegangan berhasil diredam setelah beberapa orang yang berada di lokasi, termasuk Bupati Merangin, Al Haris mencoba menenangkan suasana, MZ pun langsung pergi ke mobilnya yang terparkir di lokasi.

Menanggapi insiden ini, ketua Ikatan Jurnalis Merangin (IJM), Em Fajri mengaku sangat menyayangkan sikaf arogan yang tak semestinya diperlihatkan oleh oknum pejabat teras seperti MZ.

‘’Saya sangat menyayangkan dengan kejadian ini, sebab wartawan bekerja sesuai dengan UU pers. Dan juga tentu berpegang pada kode etik jurnalistik, kalau keberatan silahkan minta hak jawab, bukan malah menantang wartawan, kalau sikap pejabat sudah arogan, bagaimana cara kerja mereka,” tegas Em Fajri.

Penulis: eric
Editor: zhf