Elpiji 3 Kg Masih Langka, Junaidi Sebut Karena Kekurangan Stok

Senin, 17 Desember 2018 - 20:15:19 | dibaca: 129 kali


Ilustrasi
Ilustrasi / ist-net

BANGKO, meranginekspres.com- Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Merangin Junaidi menyebut persoalan klasik elpiji (Liquefied Petroleum Gas )3 Kilogram, yakni langka dan mahal dikarenakan kekurangan stok dari PT Pertamina.

‘’Banyak faktor yang menyebakan kelangkaan dan mahalnya elpiji 3 Kg untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Merangin. salah satunya adalah faktor kekurangan stok,” ungkap Junaidi kepada Merangin Ekspres baru-baru ini.

Jumlah yang tersedia saat ini lanjut Junaidi, ada sekitar 120-an ribuan.  Sedangkan yang kita butuhkan ada sekitar 185-an ribuan tabung per bulan sesuai dengan kebutuhan masyarakat miskin.

Sementara faktor lain yang mempengaruhi persolaan tersebut diduga ada permainan di tingkat pengecer. Menurut Junaidi itu santer terdengar kalau gas melon tersebut sebenarnya masih pengecer menjual di atas harga het yakni 17 ribu rupiah.

‘’Untuk mencari elpiji 3 Kg ada di beberapa tempat yang kosong namun ada di tempat lain justru ada yang jual, terkadang apabila di beberapa tempat kosong gas elpiji, pengecer gas sengaja menjual pertabung mencapai 20 hingga 22 ribu rupiah. Inilah yang terjadi, mungkin saya menduga ada permainan di tingkat pengecer,” jelasnya.

Lebih lanjut Junaidi juga meminta kepada para kepala desa di Kabupaten Merangin untuk ikut memantau pendistribusian gas subsidi tersebut di wilayahnya masing-masing.

‘’Peran kepala desa sangat penting dalam mengawasi elpiji 3 Kg. Kades bisa menegur pangkalan nakal. Jika teguran tidak diindahkan, maka mereka bisa melaporkan ke Diskoperindag, pihak agen langsung atau Pertamina,” ujarnya.

Junaidi berharap agar permasalah gas elpiji 3 Kg di Kabupaten Merangin bisa teratasi. Gas subisidi tersebut bisa tepat sasaran sesuai peruntukannya serta stok elpiji 3 kg sesuai kebutuhan.

‘’Perlu dukungan dari semua pihak tentunya,” pungkasnya.

Penulis: dhon
Editor: zhf