Agar Aktif Lagi, Pasar Rakyat Akan Dikonsep Ulang

Senin, 26 November 2018 - 23:01:24 | dibaca: 172 kali


Pasar rakyat Merangin yang tak berpenghuni
Pasar rakyat Merangin yang tak berpenghuni / ist-net

BANGKO, meranginekspres.com- Bupati Merangin Al Haris akan merancang ulang model pasar rakyat type A kota Bangko, dari model pasar basah menjadi pasar kering pada 2019 nanti. 

Hal ini disampaikan Al Haris menanggapi terkait tidak pernah difungsinya aset pemerintah pusat tersebut beberapa pekan sejak diresmikan hingga saat ini.

"Kalau sebelumnya model pasar basah, tahun depan (2019, red) kita rubah modelnya menjadi pasar kering. Saya sudah berkoordinasi dengan Ketua RT setempat, agar mencari para pedagang kering," ungkap Al Haris.

Al Haris mengatakan, pihaknya sudah memanggil perwakilan pedagang agar segera mengisi pasar rakyat. Namun karena permintaan pedagang untuk bisa menjual semua jenis dagangan, tidak dikabulkan Bupati dengan alasan hal itu bisa menggangu atau merusak keindahan.

"Saya sudah mengajak perwakilan dari pedagang untuk duduk bersama terkait pasar rakyat itu, namun tidak karena tidak memungkinkan pertemuan itu tidak membuahkan hasil," katanya.

Hanya saja lanjut Al Haris, lokasi tersebut berada di tengah-tengah kota. Kalau dijadikan sebagai lokasi pedagang daging, ayam, dan semacamnya. Itu jelas akan mengganggu, karena tempat tersebut dikelilingi ruko.

"Berarti nanti akan bau donk, tidak sedap, dan tidak sehat. Termasuk juga limbahnya, mau kita apakan. Maka saya tidak mau ada pedagang daging, ayam atau semacamnya," lanjutnya.

Lalu mengapa pemerintah daerah tidak menerapkan model pasar rakyat dalam konsep terbaru sebelumnya. Hal itu kata Al Haris dikarenakan aset tersebut masih atas nama pemerintah pusat.

"Saya belum bisa merubah, karena belum ada penyerahan aset dari pemerintah pusat ke Kabupaten Merangin. Sepanjang belum ada penyerahan kepada Pemda. Pemda tidak boleh. Tahun ini kita masukkan pengajuan," ujar Al Haris.

Disinggung mengenai ada beberapa sisi bagian bangunan yang telah rusak karena tidak berpenghuni. Al Haris menyebut saat ini menjadi kewajiban pemerintah pusat karena belum ada penyerahan aset.

"Karena ini masih tanggung jawab pemerintah pusat. Tapi dalam artian pemerintah akan memperbaiki nya, karena merangin juga yang memiliki," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, persoalan tidak berfungsinya pasar termegah di Merangin tersebut disebabkan sepinya pembeli dengan berbagai alasan. Salah satu alasan paling menonjol adalah terpisahnya antara penjual daging dengan sayur-mayur.

Logisnya para pembeli akan merasa keberatan mengingat mereka akan parkir dua kali di tempat yang berbeda. Sehingga mereka merasa lebih baik belanja di tempat yang lama.

Penulis: dhan
Editor: zhf