Prestasi Terjun Bebas, Merangin Juru Kunci di Ajang Porprov ke XXII tahun 2018

Minggu, 25 November 2018 - 15:37:36 | dibaca: 180 kali


Salah satu pertandingan Cabor Sepakbola di ajang Porprov Jambi ke XXII tahun 2018
Salah satu pertandingan Cabor Sepakbola di ajang Porprov Jambi ke XXII tahun 2018 / ist-net

BANGKO, meranginekspres.com- Setelah pada perhelatan MTQ tingkat Provinsi Jambi tahun lalu, Merangin harus menerima kenyataan pahit terpuruk di posisi terbawah. Di ajang Porprov ke XXII 2018, memori kelam itu terulang kembali.

Kabupaten Merangin harus puas berada di posisi paling buncit, alias juru kunci rangking perolehan medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XXII tahun 2018, yang baru saja usai dihelat di Kota Jambi.

Kontingen Atlit asal Bumi Tali Undang Tambang Teliti, yang notabene adalah Kabupaten Tertua ini, berada di posisi ke 11 dari 11 kabupaten/kota peserta Porprov ke XXII tahun 2018.

Keluar sebagai juara umum pada perhelatan pesta olahraga rutin provinsi jambi ini, tuan rumah Kota Jambi yang diikuti oleh Kabupaten Batanghari dan Tanjab Timur.

Dengan menjadi juru kunci, prestasi kontingen atlit Merangin jelas merosot dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini spontan menuai banyak argumen dari berbagai pihak, tak perlu mencari kambing hitam, namum mencari titik kelemahan dan kekurangan demi untuk perbaikan tentu sangatlah penting dilakukan.

Pasca ditutupnya secara resmi suksesi Porprov 2018, berbagai tanggapan cukup ramai muncul di medsos, ada tanggapan miring, tak sedikit pula yang memberi dukungan hingga masukan, agar kedepan kabupaten Merangin benar-benar dapat berbenah.

"Tahun 2015 merangin adalah tim yg sangat menakutkan bagi team kesebelasan di provinsi jambi. sekarang malah kebalikan nya," tulis akun Utih Dinata.

Sementara itu, salah satu tokoh pemuda Merangin, Muhlisin punya pandangan berbeda soal prestasi atlit Merangin ini.

"Masih sangat banyak hal yang harus dibenahi, bina pelatih dan urus kesejahteraannya, agar bisa fokus. Bina atlet dan urus baik-baik agar fokus latihan. Bangun dan pelihara fasilitas olahraga," ujar ketua PC GP Ansor Merangin itu.

Tidak hanya itu, ia juga menilai selain kewajiban pemerintah untuk memperhatikana hak-hak atlit, menurutnya intensitas dan pola latihan juga masih perlu di maksimalkan

"Bayar hak atlet, seperti bonus, agar mereka tidak 'kabur' kedaerah lain. Selain itu, Latihan saja dak cukup, perlu juga diadakan kompetisi reguler dan latih tanding agar pengalaman lebih matang," tuntasnya.

Penulis: zhf
Editor: zhf