Kapolres & Dandim 'Ditantang' Lepas Jabatan

Persoalan PETI tak Kunjung Usai, Mahasiswa Turun ke Jalan

Kamis, 22 November 2018 - 13:20:33 | dibaca: 293 kali


Aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam PMII Cabang Merangin, Kamis (22/11) menggelar aksi demo menuntut Pemkab dan Pihak berwenang serius tangani PETI
Aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam PMII Cabang Merangin, Kamis (22/11) menggelar aksi demo menuntut Pemkab dan Pihak berwenang serius tangani PETI / ist

BANGKO, meranginekspres.com- Gerah karena penanganan aktifitas illegal Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tak kunjung membuahkan hasil. Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Merangin, menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (22/11).

Para mahasiswa menilai, Pemkab Merangin serta instansi terkait terkesan membiarkan PETI merajalela di Kabupaten Merangin. Sebab selama bertahun-tahun, PETI di Kabupaten Merangin masih terus beraktivitas.

Baca juga: Soal PETI, Al Haris Kembali Nyatakan Siap Turun Langsung

Menyikapi tak kunjung selesainya penganan PETI di Kabupaten Merangin ini, sepertinya membuat sejumlah aiktivis mahasiswa itu, tak tahan untuk segera turun ke jalan.

‘’Bertahun-tahun PETI di Merangin merajalela, bahkan hampir sebagian wilayah di Merangin hancur akibat PETI. Namun sampai hari ini kita tidak melihat adanya keseriusan dan tindakan nyata apapun dari pemerintah maupun aparat penegak hukum, teriak pendemo dalam orasinya.

Tak berhenti disitu, karena dinilai tidak serius dalam menangani PETI yang seakan telah mejadi penyakit menahun, pendemo bahkan ‘menantang’ Kapolres dan Dandim untuk menanggalkan jabatannya.

‘’Kapolres, Dandim, tunjukkan kalau kalian memang benar-benar penegak hukum. Jika tidak sanggup menangani persoalan ini, sekarang lepaskan jabatan kalian, kalau tidak ada tindakan nyata,” tegas orator.

Penulis: zhf
Editor: zhf