Kejari Terkesan Tidak Mau Terbuka

Diam-diam Kades Salam Buku Diperiksa

Rabu, 21 November 2018 - 20:34:39 | dibaca: 943 kali


Kantor Kejari Merangin
Kantor Kejari Merangin / dok-me

BANGKO, meranginekspres.com- Diam-diam Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin memeriksa Kepala Desa Salam Buku, Kecamatan Batang Masumai, terkait dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016 yang sudah lama dilaporkan warga.

Informasi ini terkuak oleh meranginekspres.com dari pernyataan Darmawi, Warga Salam Buku, yang selama ini juga cukup getol mengawal kasus tersebut.

‘’Tadi kebetulan ada rapat desa, Pak kades tidak bisa hadir, hanya diwakilkan. Setelah kita tanya-tanya, ternyata beliau dipanggil pihak Kejari Merangin hari ini, Rabu (21/11) informasinya dijadwalkan pukul 11.00 WIB pagi ini untuk melaksanakan pemeriksaan di Kejari Merangin,” kata Darmawi, Rabu (21/11).

Mendapat informasi tersebut meranginekspres.com mencoba menelusuri atau memantau langsung ke kantor Kejari Merangin. Berdasarkan pantauan redaksi  meranginekspres.com, terhitung dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB artinya tak kurang dari 300 menit Kades Salam Buku menjalan proses pemeriksaan oleh pihak Seksi Intel Kejari Merangin.

Namun anehnya seusai pemeriksaan, Kasi Intel Kejari Merangin, Pahala Eric Silvandro terkesaan tidak mau terbuka untuk memberikan keterangan hasil pemeriksaan. Ia terkesan seperti terburu-buru untuk menghindari redaksi meranginekspres.com.

‘’Pak Kasi Intel cepat-cepat pergi tadi Bang. Ia bersama Pak Kepala Desa tadi. Saat ditanya sedang ada kerjaan,” kata salah satu Staff di Kejari Merangin.

Selain itu, redaksi meranginekspres.com juga tidak berhasil menghubungi lewat nomor handphone dan via WhatsApp milik Kasi Intel. Berkali-kali dihubungi dan di Chat tidak diangkat dan dibaca oleh Eric.

Diketahui, dan pernah diberitakan sebelumnya, sejak medio tahun 2017 lalu, warga Salam Buku telah melaporkan adanya indikasi penyelewengan Dana Desa (DD), yang terjadi dalam beberapa proyek di desa tersebut. Diantaranya pembangunan turap jalan yang laporan jalan penggunaan anggarannya meleset jauh dari realita lapangan.

Pun demikian halnya dengan pembangunan tugu merk tapal batas desa yang bersumber dari anggaran yang sama.

Tak terima dengan kejanggalan-kejanggalan yang ada, sejumlah perwakilan warga desa secara resmi melaporkan hal tersebut kepada pihak berwenang, dalam hal ini Kejari Merangin.

Penulis: dhan
Editor: zhf