Musim Hujan, Dua Sekolah Rawan Banjir 

Rabu, 21 November 2018 - 09:00:05 | dibaca: 193 kali


Ilustrasi
Ilustrasi / ist-net

TABIR, meranginekspres.com- Memasuki musim penghujan saat ini, tampaknya sekolah di Merangin harus ekstra waspada. Pasalnya banjir selalu mengintai setiap musim penghujan. 

Di kecamatan Tabir sendiri, dua sekolah ditetapkan rawan bencana banjir. Dua sekolah tersebut yakni SD 87 Kandang, dan SD 41 Tanjung. Dimana kedua sekolah itu selalu terkena banjir setiap musim penghujan.

Hal ini dibenarkan Korwil Kecamatan Tabir, Edi Warman. Ia mengatakan, kedua sekolah tersebut setiap musim penghujan selalu banjir dikarenakan kedua sekolah tersebut berdekatan dengan aliran sungai.

“Ya, hampir setiap tahunnya kedua sekolah itu rawan banjir setiap musim penghujan,” katanya.

Masih dikatakan dia, dikala banjir luapan air bisa mencapai satu meter lebih didua sekolah tersebut. Akibatnya pihak sekolah selalu kewalahan sementara aktifitas belajar mengajar lumpuh total. Menurutnya, banjir sekitar satu meter itu juga membuat pihak sekolah merugi terutama pada fasilitas belajar yakni meja kursi dan buku pelajaran.

“Ditahun lalu akibat bencana banjir dua sekolah itu merugi. Sebab tidak sedikit fasilitas sekolah rusak seperti meja, kursi, dan buku pelajaran hanyut terbawa banjir,” jelasnya.

Meski setiap musim penghujan kedua sekolah tersebut banjir, namun belum ada solusi guna menangani bencana banjir tersebut. Terlebih kedua sekolah itu berdataran rendah dan berdekatan dengan aliran sungai.

"Kalau setiap musim hujan tiba selalu banjir. Ya solusinya paling sekolah itu dipindahkan kedataran tinggi. Namun hal itu tidak semudah yang dibayangkan. Sebab banyak yang perlu disiapkan pemerintah,” terangnya.

Sebagai wujud kepedulian terhadap sekolah yang terkena banjir, pihaknya memantau dan selalu turun kelapangan dikala banjir. Hal ini guna melihat secara langsung kondisi banjir dilokasi sekolah.

“Kita selalu memantau kalau sekolah itu banjir. Bahkan kita tidak segan-segan turun langsung kesekolah masuk kedalam genangan banjir. Memang kami sangat prihatin kepada dua sekolah itu selalu banjir musim penghujan,” jelasnya.

Diceritakannya, banjir ditahun lalu pihaknya bersama Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Merangin juga memantau secara langsung kesekolah. Alhasil fasilitas sekolah, seperti meja, kursi dan buku rusak terendam banjir. Dikesempatan itu ia juga menyampaikan ke Dikbud Merangin agar sekolah yang terkena banjir tersebut diberi bantuan.

“Dulu saya dengar ada bantuan, namun hingga saat ini belum terealiasasi,” ujarnya.

“Kami menghimbau agar dimusim penghujan ini sekolah lebih waspada. Dan jika banjir tiba kami berharap kepala sekolah cepat melapor ke kami. Sehingga cepat ditindak lanjuti,” pungkasnya.

Terpisah kepala Dikbud Merangin, M. Zubir melalui Kasi Sarana dan Prasarana SD, Taufik mengatakan, kedua sekolah tersebut tetap menjadi perhatian serius pihaknya. bahkan beberapa waktu lalu pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala masing-masing desa agar sekolah itu dipindahkan. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan kadesnya agar sekolah itu dipindahkan. yang jelas harus ada lokasinya. kami juga turut prihatin dengan sekolah yang rawan terkena banjir itu. kalau masalah fasilitas sekolah yang rusak tetap kita bantu namun semua itu melalui proses yang dilakukan secara bertahap." pungkasnya.

Penulis: yazdy
Editor: zhf