Tanggapi Aktifitas Lubang Jarum, Bupati Nyerah ?

Rabu, 07 November 2018 - 19:41:04 | dibaca: 562 kali


Lokasi lubang jarum yang beberapa waktu lalu menelan korban
Lokasi lubang jarum yang beberapa waktu lalu menelan korban / ist

BANGKO, meranginekspres.com- Heboh mengenai adanya pekerja Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) lobang jarum di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap yang kembali menelan korban meninggalnya dua orang, membuat Bupati Merangin Al Haris angkat bicara.

Uniknya, dalam mengomentari persoalan tersebut, orang nomor satu di Merangin itu terkesan ‘menyerah’. Secara tersirat Ia mengisyaratkan telah kewalahan terkait persoalan yang telah menjadi persoalan menahun di Bumi Tali Undang Tambang Teliti ini.

‘’Bagi saya, PETI lubang jarum itu bukan lah pekerjaan spesipik lagi bagi saya, karena ini sudah kita Himbau berulang-ulang dan kita cek ke lapangan juga sudah, namun masih juga mengambil tindakan seperti itu,” kata Al Haris di depan Kantor DPRD Merangin, Rabu (07/11).

Bahkan secara tersirat ia mengatakan sudah hamper kehabisan cara untuk menghentikan aktifitas illegal yang juga beresiko tinggi itu. Menurutnya, berkali-kali peringatan maupun razia yang dilakukan pihak berwenang, sama sekali tal mampu menghentikan aktifitas tersebut.

‘’Ini adalah orang yang betul-betul tidak sehat yang sengaja membuat lobang peti itu, sudah berkali-kali kita ingatkan, namun tak digubris,”  tegasnya.

Disisi lain ia juga mengatakan, bahwa pekerjaan tersebut merupakan Pertambangan Ilegal (Illegal Minning), yang tentu saja tidak bisa dibenarkan dengan aturan apapun juga.

‘’Kalau pekerja PETI lubang jarum itu kan pekerjaan Ilegal Minning, kalau pekerjaan mendulang itu masih bisa kita maklumi, mungkin bisa kita bentuk Perdanya. Tapi kalau lubang jarum itu hal yang dak wajar dilakukan,” sesal Bupati.

Penulis: eric
Editor: zhf