Disdikbud Gelar Rakor P2S & Fasilitator DAK

Senin, 05 November 2018 - 14:44:19 | dibaca: 107 kali


Rakor yang berlangsung di aula kantor Disdikbud Merangin, hari ini
Rakor yang berlangsung di aula kantor Disdikbud Merangin, hari ini / yasdy-me

BANGKO, meranginekspres.com-Bertempat diaula kantor, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Merangin menggelar rapat koordinasi P2S dan Fasilitator Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. 

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Sekolah SD, fasilitator, dan pihak BPKAD, yang dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Merangin M Zubir didampingi Kabid SD Hennizor, Kasi Sapras Taufik, dan Kasubbag Keuangan Eni Farida.

Dalam sambutannya Kepala Dikbud Merangin mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada kepala sekolah terkait pengelolaan keuangan dana alokasi khusus (DAK) yang sudah diterima pihak sekolah saat ini. 

Menurutnya, kepala sekolah harus bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pelaporan dana DAK, hingga selesai, baik itu pembangunan ruang kelas baru (RKB) maupun rehap gedung dan lain sebagainya. 

"Kita tahu dana ini dana pemerintah yang dikelola secara swakelola, oleh kepala sekolah dan panitianya. Jadi masalah keuangan dan pelaporan adalah tanggung jawab kepala sekolah," katanya. 

Selanjutnya ia mengatakan, meskipun pembangunan fisik nya bagus, akan tetapi pelaporan keuangannya tidak baik atau tidak lengkap, akan menjadi masalah dalam proses pencairan keuangan yang diajukan ke pihak BPKAD.

"Percuma kalau fisiknya bagus, laporan keuangannya amburadul, sama saja dengan tidak. Untuk itu melalui kegiatan inilah kepala sekolah akan diberi bimbingan dan pengarahan baik dari pihak fasilitator, RKB, Rehap, dan pihak BPKAD," jelasnya. 

Ditahun ini lanjut Zubir, 14 Miliar dana DAK yang dikucurkan pemerintah untuk kabupaten Merangin untuk pembangunan RKB, Jamban, maupun rehap bangunan SD, dan SMP. Sedangkan jumlah sekolah penerima RKB, Jamban, maupun rehap berjumlah 52 sekolah yang tersebar di setiap kecamatan.

"Pembangunan dan rehap sesuai skala prioritas yang dibutuhkan sekolah, jadi bukan asal sekolah dapat, semuanya yang dapat melalui proses hasil penyeleksian, dan verifikasi, pemerintah daerah (Dikbud) yang diteruskan ke pemerintah pusat yang dikirim secara online melalui data dapodik," jelasnya.

Tidak hanya itu, dalam proses pembangunan DAK tersebut juga dibantu oleh fasilitator, dan pihak Dikbud, untuk melihat progres pembangunan fisik mulai dari awal pekerjaan sampai akhir pengerjaan.

"Tiap bulannya itu dipantau progres pekerjaan dan perkembangannya, sedangkan tahap pencairannya ada 3 kali tahap pencairan," sebutnya.

Disini ia juga menyampaikan tidak menampik bahwa masih ada kepala sekolah yang sulit untuk mengerjakan pelaporan keuangan DAK, sehingga sering kali terlambat dalam proses pencairan dana DAK.

"Kadang kepala sekolah tidak fokus, karena banyak sekali pekerjaan disekolah. Tapi pekerjaan ini tanggung jawab mereka dan harus diselesaikan," terangnya.

"Karena ada target dan waktunya, jadi sebelum tanggal 15 November ini seluruh laporan keuangan dan pekerjaan wajib diselesaikan," tambahnya.

Disini ia juga menghimbau, agar kepala sekolah mau mempelajari pelaporan keuangan dengan baik dan benar. Sehingga managemen keuangannya bagus dan sukses.

"Terima kasih kepada kepala sekolah yang hadid pada hari ini, semoga apa yang dipelajari pada hari ini dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan kepala sekolah terhadap pelaporan keuangan," pungkasnya.

Penulis: yazdy
Editor: zhf