RT Ditemukan Tewas Dalam Kondisi Tergantung

Selasa, 30 Oktober 2018 - 18:04:40 | dibaca: 106 kali


Jenazah korban gantung diri saat berada di rumah duka, sebelum dimakamkan
Jenazah korban gantung diri saat berada di rumah duka, sebelum dimakamkan / ist-polsek muara siau

BANGKO, meranginekspres.com- Senin (29/10), Warga Dusun Sependung Desa Rantau kecamatan Siau, digemparkan dengan penemuan salah satu warga setempat, yakni RT yang ditemukan tewas dalam kondisi tergantung menggunakan kain panjang dikamarnya.

Pada hari kejadian, sekira pukul 11.00 WIB, korban pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya yang Ishak, saat ditemukan oleh sang kakak, korban telah tergantung dengan menggunakan kain panjang ditiang kayu yang ada dalam kamarnya.

Melihat sang adik dalamkondisi demikian kakak korban lantas berteriak meminta tolong warga sekitar. Mendengar teriakan kakak korban, sontak warga berkumpul dan langsung menurunkan korban, namun diturunkan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kapolsek Muara Siau, IPTU Hitler Sinaga membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa korban merupakan seorang siswi sala satu pondok pesantren, yang sedang izin pulang untuk menengok ibunya yang sedang sakit.

‘’Waktu ditemukan sudah tewas tergantung, menggunakan kain panjang dikamar. Saat itu ditemukan kakak kandungnya, pihak keluarganya tidak mau dilakukan visum terhadap korban,” ujar IPTU Sinaga.

Lanjut Kapolsek, dari hasil penyelidikan anggotanya dilapangan, korban mengakhiri masa hidupnya dengan cara murni gantung diri. Diduga korban nekad mengakhiri hidupnya karena depresi melihat ibunya yang sudah cukup lama sakit dan kunjung sembuh. Karena kondisi sang ibu korban juga lah yang hamper setiap hari merawat dua adik kandungnya yang masih kecil.

‘’Jasad korban dikebumikan oleh pihak keluarganya, di pemakaman umum desa Rantau Macang sekitar pukul 16.00 WIB pada hari kejadian. Sedangkan barang bukti berupa kain panjang digunakan saat gantung diri, sudah dibawa kepolsek Muara Siau” tutupnnya.

Penulis: eric
Editor: zhf