Aktivis Mahasiswa Ingatkan Jangan Ada Indikasi Penyimpangan

Seleksi Berkas CPNS Merangin Terus Disorot

Senin, 29 Oktober 2018 - 20:17:21 | dibaca: 285 kali


ILUSTRASI
ILUSTRASI / ist-net

BANGKO, meranginekspres.com- Aroma ketidakberesan dalam pelaksanaan seleksi berkas administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Merangin, terus mendapat perhatian khalayak ramai.

Kritikan demi kritika pun terus mengalir dari berbagai pihak. Kali ini organisasi aktivis mahasiswa, di Merangin yakni Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangko, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Merangin angkat Bicara.

Agus Manika (22), aktivis HMI Cabang Bangko, mempertanyakan kinerja pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Merangin, diantara beberapa persoalan yang mendapat sorotan, diantaranya seperti terindikasi adanya salah satu peserta yang berkas administrasinya disinyalir tidak lengkap, namun dinyatakan lulus.

‘’Seperti tidak bisa bekerja saja, karena tidak menjalankan tugas sesuai prosedur. Meskinya yang tidak memenuhi syarat ya tidak diluluskan, tetapi nyatanya masih ada juga yang diluluskan,” ungkapnya.

Mestinya lanjut Agus, pihak BKPSDMD Kabupaten Merangin bisa bekerja secara profesional. Tidak ada alibi-alibi yang menimbulkan berbagai persepsi ditengah publik bahwa penerimaan CPNS Merangin penuh dengan rekayasa.

Baca Juga : Pengumuman Seleksi Berkas CPNS Merangin Kacau

Sanada, aktivis PMII Cabang Merangin, Marsis Imron (23) yang mempertanyakan pengumuman hasil perivikasi tim verifikator CPNS Merangin pada jum’at (26/10). Menurutnya sangat tidak masuk akal jika ada penambahan peserta yang lulus mencapai angka ratusan.

‘’Permasalahan pada hasil verifikasi tahap dua kemarin (Jum’at, 26/10). Dalam hal ini, sangat tidak masuk akal jika peserta kesalahan tim verifikator mengalami masalah terhadap peserta yang mencapai angka 137 orang,” kata Marsis.

Marsis mengatakan, pihaknya akan tetap mengawasi proses perekrutan CPNS di Kabupaten Merangin. Ia juga meminta agar masyarakat Merangin ikut memantau proses seleksi CPNS agar terlaksana dengan transparan sebagaimana mestinya.

‘’Jangan sampai terjadi proses rekruitmen CPNS di Kabupaten Merangin sarat dengan penyimpangan, mulai dari proses pendaftaran sampai pada penetapan kelulusan peserta. Dalam hal terjadi kecurangan, kebocoran soal, praktik suap maupun titipan orang penting dalam perekrutan itu,” tegasnya.

Diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, beberapa persoalan terkait tahapan seleksi CPNS di Merangin, yang belakangan cukup ramai mnejadi buah bibir, yakni terindikasi adanya berkas administrasi salah satu peserta dinyatakan lulus, meski persyaratan berkas diketahui tidak lengkap.

Selain itu, adanya revisi pengumuman kelulusan berkas pelamar, dan ketiga, tidak lulusnya pelamar dipengumuman website kabupaten (merangin.kab.go.id) maupun pengumuman manual yang ditempelkan di dinding kantor BKPSDMD Merangin, padahal sebelumnya dinyatakan lulus di website pusat (sscn.bkn.go.id).

Penulis: dhon
Editor: zhf