Kadis PU-PR Merangin Akui PAD Alat Berat Minim

Senin, 29 Oktober 2018 - 19:25:22 | dibaca: 264 kali


ILUSTRASI
ILUSTRASI / ist

BANGKO, meranginekspres.com- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Merangin, M Arif mengakui jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari Alat Berat (Alber) terbilang minim.

Bahkan ia memprediksi, hingga akhir tahun anggaran 2018 ini, UPTD Alber sepertinya tidak akan mampu memenuhi target PADm yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Merangin.

‘’Memang PAD Alat berat tahun ini sangat minim. Penyebab minimnya pendapatan tersebut, tentu ada kendala yang kami alami saat ini, sehingga pendapat jauh dari yang sudah ditergetkan,” Kata Arif.

Dari data yang diperoleh koran ini, target PAD yang ditetapkan untuk UPTD Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Merangin selama tahun anggaran 2018 ini sebesar Rp 800.000.000,-. Namun hingga akhir triwulan ketiga dan memasuki triwulan ke IV, PAD UPTD Alber Dinas PUPR baru mencapai sebesar Rp 206.910.000 atau baru terealisasi sebesar 34..82 persen.

Dikatakan Arif, tidak tercapainya taget PAD dari UPTD Alat Berat, dikarenakan beberapa faktor. Banyak kendala yang dihadapi UPTD Alber Dinas PUPR Merangin, kendala itulah yang menyebabkan sulitnya tercapai realisasi PAD Alber tahun 2018. Diantara kendala kendala yang dihadapi UPTD Alber, misalnya biaya perawatan alat berat itu sendiri.

Alat berat yang ada di PUPR Merangin, terbilang sudah lama, alat berat tersebut dibeli tahun 2006-2009. Ditahun 2018 ini tidak ada pembelian alat berat yang baru.

Kondisi alat yang sudah tua ini, dikatakan Arif tentunya membuat biaya perawatan semakin membesar, sebab sejumlah alat berat itu sering mengalami kerusakan.

‘’Dalam tahun ini kami tidak ada pembelian Alat baru, alat-alat yang kita punya itu dibeli sejak tahun 2006-2009 lalu. Penyewaan juga berkurang, alat yang kami punya sudah tua dan sering mengalami kerusakan, biaya perwatan sangat mahal,” tambahnya.

Lebih lanjut Arif mengatakan, alat berat yang ada di Dinas PUPR Merangin kebanyakan disewa untuk penggunaan pekerjaan swadaya. Sementara untuk pengerjaan proyek-proyek besar, kebanyakan menggunakan alat lain yang usia tahun pembuatannya terbilang masih muda.

‘’Saat ini Alat berat kami, banyak berfokus di gunakan bagian pekerjaan swadaya, seperti penangan longsor dan bencana lainnya. itu juga menjadi kendala untuk masukan PAD kita,” tutupnya.

Penulis: eric
Editor: zhf