Kekurangan Ruang Kelas, Siswa SD 36 Belajar Bergantian

Senin, 29 Oktober 2018 - 19:22:31 | dibaca: 123 kali


Tampak siswa siswi SD 36 yang terpaksa belajar dalam kondisi berdesak-desakan
Tampak siswa siswi SD 36 yang terpaksa belajar dalam kondisi berdesak-desakan / yazdy-me

BANGKO, meranginekspres.com- Tak dapat dipungkiri, jumlah siswa SD 36 Rantau Panjang terus meningkat membuat pihak sekolah merasa perlu adanya penambahan ruang kelas baru.

Pasalnya saat ini sudah tercatat 564  siswa yang menimba ilmu disekolah itu sehingga jumlah rombongan belajar (rombel) yang mulanya 17 menjadi 20 rombel.  Sementara ruang kelas hanya ada enam 17 dan membutuhkan 3 ruang kelas belajar.

Kepala SD 36, Hamdani mengatakan kekurangan jumlah ruang kelas untuk memfasilitasi kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa telah lama dirasakan. Namun tahun ajaran baru ini keluhan kekurangan kelas itu sudah dirasa mempengaruhi kenyamanan KBM.

‘’Jika tahun lalu kami hanya kekurangan 2 kelas sementara tahun ajaran baru ini kami kekurangan empat ruang kelas. Dan rasanya sudah tidak nyaman lagi,” ungkapnya.

Menurutnya dulu pihak sekolah pernah melakukan penyekatan ruang kelas agar jadwal KBM dilaksanakan secara bersamaan. Namun melihat kondisi tersebut dirasa kurang efektif akhirnya pihak sekolah membongkar sekatan tersebut.

‘’Dulu satu kelas pernah kami sekat menjadi dua kelas. Tapi kurang efektif karena saat KBM baik itu siswa maupun guru merasa tidak nyaman. Soalnya suara antar dua kelas yang disekat itu sama-sama terdengar. Jadi siswa merasa bingung, ditambah lagi jika ada lelucon yang mengundang tawa, pasti kelas lainnya terganggu,” jelasnya.

Saat ini, ditambahkannya pihak sekolah memberlakukan dua jadwal pelajaran KBM yang mana kelas satu, dua dan enam dijadwalkan masuk pagi sementara kelas tiga, empat dan lima masuk siang.

‘’Bagi kami solusinya sekarang adalah jadwal bergilir masuk sekolah. Pemberlakuan jadwal itu telah melalui proses pertimbangan pihak sekolah, komite dan orang tua siswa,” tuturnya.

Ia berharap kepada pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbus) Merangin agar bisa memperhatikan sekolahnya mendapatkan tambahan ruang kelas. Hal itu karena selain sekolah dasar lain diwilayah itu jaraknya jauh juga karena saat ini jumlah masyarakat yang meningkat.

‘’Jika tahun lalu hanya ada 80an orang siswa baru yang mendaftar. Tahun ini kami menerima hampir 100 an orang siswa baru. Jadi pertumbuhan penduduk kelurahan Dusun Baru ini cukup tinggi,” pungkasnya.

Penulis: yazdy
Editor: zhf