Tak Mampu Lunasi Tunggakan Sekolah, Dua Tahun Ijazah Ditahan, Masa Depan Widodo Pun 'Tersandera'

Minggu, 21 Oktober 2018 - 15:03:10 | dibaca: 749 kali


SMK N 9 Merangin
SMK N 9 Merangin /

BANGKO, meranginekspres.com- Berbagai program yang dijanjikan pemerintah, terkait dengan kemudahan dalam pendidikan, sepertinya hanya isapan jempol belaka. Pasalnya, hal itu tidak sepenuhnya didukung oleh lembaga penyelenggara pendidikan itu sendiri.

Seperti yang dialami oleh Selamet Widodo, meski sudah dua tahun lalu berhasil menyelesaikan pendidikan di SMK N 9 Merangin, namun Widodo hingga saat ini belum mendapatkan Ijzahnya, lantaran ditahan oleh pihak sekolah sebab anak semata wayang yang menjadi tulang punggung keluarga dan hanya tinggal berdua dengan sang Ibu ini, belum bisa melunasi sejumlah tunggakan biaya sekolah.

Widodo yang sehari-hari bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan keluarganya ini menuturkan, bahwa Ia tamat dari SMK N 9 Merangin itu pada 2016 lalu, namun ia tidak pernah diizinkan untuk memiliki ijazahnya hingga saat ini.

"Saya sudah tamat dari SMK Negeri 9 Merangin tahun 2016 lalu, sampai sekrang saya belum mendapatkan ijazah saya, karena Sekolah meminta saya untuk melunasi tunggakan saya, kalau dak salah 2.200.00, sampai sekarang saya memang belum bisa mendapatkan uang sebanyak itu, untuk sekedar makan saya dan ibu saya pun susah,’’ tutur Widodo, Sabtu (20/10).

Karena kondisi ekonomi yang memang tidak memungkinkan, pemuda tanggung yang sudah ditinggal sang Ayah sejak ia dudum di kelas X ini, memutuskan untuk tidak memikirkan Ijazahnya itu. Meskipun ia menyadari bahwa ijazah itu sangat penting, namun bagi dia dan sang Ibu, memikirkan bagaimana agar bisa bertahan hidup saja, itu jauh lebih penting.

"Jangankan mikir untuk lunasi tunggakan sekolah, bagaimana bisa cari makan buat kami berdua saja susah. Kalau memang tidak ada jalan lain bagi saya untuk mendapatkan ijazah itu, biarlah saya tidak akan memikirkan itu, sebab urusan hidup saya dan ibu saya jauh lebih penting," imbuhnya setengah berkesah.

Ditempat terpisah, Witanto S.E Waka SMK N 9 Merangin Bidang kesiswaan, saat dikonfirmasi meranginekspres.com, tidak membantah hal tersebut. Ia mengatakan bahwa selain Widodo, ada beberapa anak lainnya yang ijazahnya masih ditahan pihak sekolah, lantaran persoalan tunggakan.

"Sebenarnya bukan satu orang itu saja, disini ada 5 ijazah yang ditahan oleh sekolah ini," katanya ketus.

Witanto mengatakan, bahwa itu merupakan hasil mufakat dalam musyawarah dengan pihak komite.

"Ya itu kan sesuai hasil musyawarah dengan komite, jadi tergantung komitenya lah,’’ tanggapnya singkat.

Penulis: eric
Editor: zhf