PETI Merajalela di Wilayah Siau, Polres Kesulitan Memberantas ?

Kamis, 11 Oktober 2018 - 13:36:12 | dibaca: 229 kali


Aparat kepolisian memusnahkan peralatan PETI, pada saat razia beberapa waktu lalu
Aparat kepolisian memusnahkan peralatan PETI, pada saat razia beberapa waktu lalu / ist-net

 

BANGKO, meranginekspres.com- Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) sejak beberapa waktu belakangan memang mulai berkurang di beberapa lokasi, seperti di wilayah Perentak dan lainnya. Namun sepertinya aktivitas illegal tersebut sama sekali belum hilang dari Bumi Tali Undang Tambang Teliti.

Di wilayah kecamatan Muara Siau dan sekitarnya, diperkirakan dalam kurun waktu kurang lebih setahun terakhir, cukup heboh diperbincangkan. Aktivitas PETI disebut telah cukup lama merajalela di wilayah yang merupakan bagian dari luhak 16 ini.

Terkait kondisi ini, Kapolres Merangin AKPBP I Kade Utama Wijaya melalui Kasatreskrim Polres Merangin, IPTU Khoirunnas angkat bicara, ia mengatakan persoalan ini tidak akan selesai oleh pihak kepolisian semata.

Menurutnya, karena ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, dibutuhkan dukungan pihak terkait, yakni Pemerintah Daerah (Pemda), wewenang ini dinaungi Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP setempat. Sementara pihak penegak hukumnya adalah Polri dan TNI.

‘’Selama ini kita dari pihak kepolisian juga kesulitan saat operasi, yang tidak mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Seolah-olah dengan kekompakan, mereka mendukung aktivitas PETI, akan membuat semacam keributan yang semestinya tidak terjadi,” ungkap Khoirunnas.

Untuk mensiasati hal ini lanjut Khoirunnas, pihaknya telah melakukan pengkajian-pengkajian bersama pihak Pemda  Merangin, terkait langkah dan tindakan yang lebih tepat untuk kedepannya.

‘’Kita selalu berkoordinasi dengan pihak terkait. Namun, saya tidak dapat menyampaikan hasil pembahasan kami secara terbuka, demi kelancaran operasi penindakan selanjutnya,” kata Khairunnas.

Ditanya, adakah rencana dilaksanakan operasi bersar-besaran selanjutnya. Ia mengaku tidak bisa menyampaikan itu, karena masih tahapan pengkajian.

‘’Tetapi apapun yang terjadi dilapangan kita selalu koordinasi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Khairunnas mengharapkan agar masyarakat bisa lebih cerdas dan mau diajak kerjasama untuk penindakan PETI di wilayahnya masing-masing.

Ia juga membantah isu keterlibatan aparat hukum, karena itu melanggar kode etik Kepolisian.

‘’Saya tegaskan tidak ada aparat yang diduga membekengi kegiatan yang melanggar aturan ini. Jika pun ada itu hanyalah oknum, tentu saja jika ditemukan akan kita tindak tegas sesuai denagn aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Diketahui, maraknya aktivitas PETI di Merangin sudah dimulai sejak beberapa tahun terakhir, yang mana sebelumnya sempat merajalela diwilayah kecematan Sungai Manau, Renah Pembarap, Pangkalan Jambu, dan Tabir Barat serta beberapa daerah lainnya.

Penulis: dhan
Editor: zhf