Kondisi Bangunan SD Karang Birahi Memprihatinkan

Rabu, 26 September 2018 - 22:35:02 | dibaca: 636 kali


Kondisi salah satu bagian bangunan sekolah SD 118 Desa Karang Birahi yang mengalami kerusakan
Kondisi salah satu bagian bangunan sekolah SD 118 Desa Karang Birahi yang mengalami kerusakan / eric-me

BANGKO, meranginekspres.com- Bebebrapa bagian pada bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 118 Desa Karang Birahi, Kecamatan Pamenang, Rusak Parah. Sejumlah ruang kelas yang digunakan sebagai ruang belajar sehari-hari, di bagian atap sudah banyak yang bocor akibat termakan usia.

Pantauan Merangin Ekspres di lapangan, sekolah yang berada di Desa Karang Birahi tersebut, sejauh ini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten Merangin, sehingga sekolah tersebut terkesan ditelantarkan.

Meski bangunan sekolah mengalami kerusakan yang cukup serius, sekolah ini tetap digunakan sebagai sarana belajar anak-anak. Akibatnya, ketika hujan turun, para siswa terpaksa mencari tempat yang aman dari atap yang bocor dan berlindung dari air hujan.

Tasi S.Pd, Selaku kepala sekolah Dasar (SD) 118 ini mengaku beberapa ruang belajar disekolah tersebut memang bocor ketika hujan. Namun hujan tidak menghalangi para murid untuk tetap belajar.

‘’Kalau hujan kadang masih bocor, tapi dengan semangat anak-anak tetep belajar, dan tidak sedikitpun mengurangi semangat mereka untuk menimba ilmu di Sekolah ini,” ujarnya.

Tasi mengaku sejauh ini ia terus berupaya mencari bantuan untuk perbaikan sekolah. Namun usahanya belum mendapat respon dari instansi terkait. Akbiatnya kata Tasi, proses belajar mengajar tetap harus dilakukan dengan kondisi seadanya.

‘’Semua atap rusak, mungkin akibat bangunan sudah lama sekali, dan untuk membenarkan atap kami masih kandas dengan dana,” kata Tasi.

Sejauh ini kata Tasi, hanya pihak guru yang terpaksa harus sigap dengan kondisi tersebut. Ketika ada atap bocor, atap langsung diperbaiki dengan kemampuan yang tentu saj terbatas. Namun demikian, para guru yang mengajar di sekolah tersebut tidak patah semangat untuk tetap menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik.

‘’Kami belum tau kapan akan mendapatkan perhatian. Tapi yang pasti siswa tetap belajar, dengan kondisi rusak ini tidak berpengaruh. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kejadian buruk menimpa siswa yang sedang belajar kelas,” imbuhnya.

Penulis: eric
Editor: zhf