Bupati Hentikan Sementara Vaksin MR di Sarolangun

Rabu, 26 September 2018 - 19:52:05 | dibaca: 68 kali


Ilustrasi
Ilustrasi / ist-net

SAROLANGUN, meranginekspres.com- Bupati Sarolangun Drs. H. Cek Endra mengaku masih khawatir terhadap dampak program pemberian Vaksin Measles and Rubela (MR) kepada anak-anak daerah di Sarolangun. Hal itu pasca kejadian yang menimpa Afifah Nur Sholeha siswi kelas 1 sekolah dasar 163 Desa Bukit Suban kecamatan air hitam beberapa waktu lalu.

‘’Saya melihat langsung dan membantu di Jambi, menjelang ada kepastian dari provinsi kita istirahatkan dulu, bagaimana semua pihak terkait bertanggungjawab baik itu pihak provinsi, pusat melihat itu. Kita prihatin dan kasihan, yang jelas ini bentuk kekhawatiran kita,” katanya di Sarolangun, Rabu.

Ia mengatakan, walaupun kemudian diketahui bahwa tidak sepenuhnya kejadian tersebut terjadi karena dampak vaksin rubella, namun setidaknya rasa khawatir untuk lebih waspada terhadap kemungkinan lain dampaknya kepada anak-anak.

‘’Afifah ini, dugaan awalnya korban vaksin rubella yang menimbulkan cacar air di sekujur tubuhnya beberapa waktu lalu, karena sakit tersebut muncul pasca diberikan vaksin tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, terhadap fenomena tersebut agar tidak berdampak lebih luas, saat ini pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara waktu pemberian vaksin rubella di kabupaten sarolangun.

‘’Saya ingin mengajak kadis kesehatan provinsi jambi dan dinas kesehatan kabupaten turun. Kita tidak mau juga masalah seperti ini berlarut-larut,” katanya.

Ia menyebut, setelah mengetahui adanya dugaan korban pemberian vaksin rubella yang menyerang Afifah yang waktu itu dirawat  di Rumah Sakit Raden Mattaher langsung mendatangi Afifah ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi.

Diungkapkannya bahwa melihat kondisi afifah yang menghawatirkan cek endra mengintruksikan  langsung  agar  pemaksinan  meases rubella  di Kabupaten Sarolangun  dihentikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Selain itu Cek Endra minta akibat  dampak itu, pemerintah kabupaten sarolangun minta pertanggung jawaban pemerintah pusat dan dinas kesehatan provinsi jambi, pasalnya pemerintah kabupaten sarolangun hanya menjalankan tugas program kementrian kesehatan RI.

‘’Untuk itu, berharap ada sosialisasi kembali terhadap program tersebut agar tidak ada lagi kekhawatiran yang beredar di tengah-tengah masyarakat,” kata Cek Endra.

‘’Melihat kondisi Afifah, tentu kita tidak mau kecolongan untuk kedua kalinya. Makanya penting untuk dijelaskan kembali kepada masyarakat terhadap kejelasan  vaksin yang digunakan tersebut,ya untuk sementara kita hentikan dulu pemberian Vaksin rubela itu,” tambahnya.

Penulis: eric
Editor: zhf