Polres Dalami Kasus Pengancamam Wartawan

Senin, 24 September 2018 - 20:13:08 | dibaca: 159 kali


Ilustrasi
Ilustrasi / ist

BATANGHARI, meranginekspres.com- Kasus pengancaman yang diduga dilakukan oknum ASN kantor Camat Marosebo Ulu, SA, beberapa waktu yang lalu terhadap wartawan Sorot Jambi, Sunan Meriyanto didalami pihak Polres Batanghari. Sementara ini, pihak kepolisian telah gelar perkara terhadap kasus tersebut.

Dihadapan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Batanghari (AJB), Kasat Reskrim Polres Batanghari, IPTU Dhadhag A. SH.S.IK menegaskan pihaknya tidak akan main main terhadap kasus ancaman pembunuhan yang dilakukan.

"Perkara ini akan kita proses secara hukum yang berlaku. Dan kita berjanji akan tangani secara serius dan tidak akan main terhadap kasus yang menimpa rekan kita wartawan," kata IPTU Dhadhag, yang dijumpai di Polres Batanghari, Senin, (24/9). 

Sejauh ini, diakuinya, penanganan terhadap kasus tersebut, pihaknya sudah melakukan gelar perkara. Kemungkinan, dalam waktu dekat perkara pengancaman pembunuhan ini akan naik ke tahap penyelidikan dan penyidikan.

"Untuk sementara, dalam penanganan kasus ini, kita sudah gelar perkara. Insya Allah, dalam waktu dekat akan kita naikan ke tingkat penyelidikan," ungkapnya.

Dhadhag sendiri menyebutkan, dalam penaganan kasus tersebut pihaknya akan tetap koordinasi dengan pihak wartawan. Pihaknya juga berjanji akan memberitahukan setiap perkembangan.

"Nanti Kita akan terus lakukan koordinasi dengan kawan kawan wartawan," ujarnya. 

Sebelumnya, Ketua Aliansi Jurnalis Batanghari (AJB), Septa Randika, mengecam keras kejadian tersebut. Menurut dia, perlakukan tersebut tidak bisa ditolerir baik dengan dalih apapun. 

Dirinya meminta aparat kepolisian mengusut kasus perlakukan tidak menyenangkan tersebut apalagi korban pengacaman sudah membuat laporan kepolisian terkait apa yang dialaminya. 

"Kita mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan pengancaman. Adanya tindak pidana pada peristiwa ini harus dilakukan penegakan hukum sebagaimana mestinya," ungkapnya. 

Kepada Bupati Batanghari, Ir H Syahirsah SY, Septa juga meminta mengambil sikap dan memberikan sanksi tegas, mengingat Bupati Pejabat Pembina Kepegawaian. 

"Dalam kasus ini, karena yang mengancam ASN, Kita minta Bupati Batanghari memberi sanksi. Sebab, SA melakukan tindakan arogansi dan ada upaya menghalangi tugas Jurnalis," ucapnya.

Untuk rekan-rekan satu profesi, dirinya menghimbau  tetap mengedepankan keselematan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalis, baik dimana pun berada. 

"Begitu juga diharapkan dengan pihak yang keberatan dalam pemberitaaan. Mareka diharapkan menggunakan cara-cara prosedural, sebagaimana telah diatur dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999," tandasnya. 

Seperti diwartakan sebelumnya, pelakukan pengancaman pembunuhan ini dialami wartawan Sorot Jambi Sunan Meryanto. Kejadian berawal ketika Sunan bersama temannya mendatangi Kantor Camat Marosebo Ulu. 

Dikantor camat, Sunan mendapat ancaman pembunuhan dari salah satu Oknum ASN kantor Camat berinisial SA. Ancaman yang dilontarkan diduga karena SA merasa dendam dengan bersangkutan. Masalahnya, SA sempat diberitakan terkait kasus perselingkuhan bersangkutan.

Penulis: joni
Editor: zhf