Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Oknum Kadus Dipolisikan

Senin, 17 September 2018 - 20:25:47 | dibaca: 273 kali


Ilustrasi
Ilustrasi / ist

BANGKO, meranginekspres.com- Pemilik akun facebook Iqbal Adek yang diduga milik Aidi Saputra warga Desa Jelatang, Kecamatan Pamenang, terpaksa berurusan dengan hukum.

Hal itu setelah ia resmi dilaporkan ke Mapolres Merangin, Senin (17/9), atas dugaan pelecehan terhadap profesi wartawan.

Aidi yang saat ini diketahui menjabat salah satu kepala dusun (Kadus) di Desa Jelatang, dipolisikan lantaran dianggap telah melecehkan profesi Wartawan dan LSM melalui ocehannya di media sosial Facebook.

Oknum Kadus ini dilaporkan ke Mapolres Merangin oleh Daryanto alias Bule, didampingi puluhan wartawan di Merangin lantaran komentar Aidi di facebook, yang telah dinilai telah menginjak-injak profesi para 'kuli tinta'.

Dalam kolom komentar di salah satu postingan di Grup Facebook ‘Suara Rakyat Merangin’ akun milik Aidi itu menuliskan kalimat yang telah menodai profesi wartawan.

‘’LSM, wartawan dan media media lainnyo lah dikasih makan tainyo, sehinggo bungkam. LSM, Wartawan hanya mementingkan diri sendiri dan Hanya mampu meresahkan rakyat kecil dgn cara membuat kegaduhan" demikian tulisan akun Iqbal Adek.

Tidak hanya itu, seperti tidak puas Aidi juga menambahkan komentar lain yang masih menyinggung seputar profesi wartawan dan LSM.

‘’Saya belum perrnah kenal sama wartawan atau LSM yang tidak mau di kasih uang, mereka akan menolak jika nominalnya kecil,” komentarnya lagi.

Tak terima dengan postingan komentar tersebut puluhan wartawan mendatangi Mapolres Merangin, guna melaporkan persoalan tersebut ke ranah hukum, hal ini berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Nomor: STPL/2361/IX/2018/ResMerangin/SPKT. Tanggal 17 September 2018.

‘’Setelah membaca postingan tersebut sebagai wartawan tentu kita tak senang karena profesi kita dihina apalagi diunggah ke media social, inikan sudah melecehkan wartawan secara umum,” terang Bule didampingi puluhan wartawan usai membuat laporan di Polres Merangin.

Untuk diketahui, persoalan ini bermula saat salah satu wartawan media online dinamikajambi.com membagikan link berita miliknya ke grup facebook Suara Rakyat Merangin dengan judul berita "Dinas PUPR Tanggapi Keresahan Warga Soal Jembatan Jelatang" yang diposting tangggal 14 September 2018 lalu.

‘’Postingan saya mendapat komentar dari dua orang netizen masih membahas soal jembatan, dan tiba-tiba akun Iqbal Adek berkomentar diluar permaslahan yang dibahas dan isinya melecehkan profesi wartawan dan LSM,” ujar Hasbi yang tak lain wartawan dinamikajambi.com.

Penulis: zhf
Editor: zhf