Gila.!! Anak Kandung ‘Digarap’ Hingga Hamil

Rabu, 12 September 2018 - 20:05:14 | dibaca: 293 kali


Ilustrasi
Ilustrasi / ist

BANGKO, meranginekspres.com- Gila.! Entah setan apa yang bercokol dibenak AM (38), warga Kecamatan Tabir Timur kabupaten Merangin, Dia tega ‘menggarap’ anak kandungnya sendiri, hingga menyebabkan sang anak hamil.

Informasi yang berhasil dihimpun, perbuatan bejat AM yang baru terungkap tersebut, sejatinya Ia lakukan pada April 2018 lalu. Parahnya lagi, pelaku melancarkan aksi mesumnya itu saat korban yang berusia 15 tahun, tengah tertidur pulas disamping isteri pelaku, yang merupakan ibu kandung korban.

Dimalam saat kejadian, korban memang tidur bersama sang ibu. Saat itulah sekitar pukul 02.00 WIB dinihari, pelaku meyalinap masuk ke kamar, dan mendapati anak dan isterinya sedang tertidur pulas.

Diduga karena sudah tak kuasa menahan dorongan hawa nafsunya, dan tentu saja disertai dengan bisikan setan yang menggelayuti benaknya, pelaku pun langsung menyetubuhi korban disamping sang ibu korban yang sedang tertidur pulas.

Meski korban terbangun, namun karena takut dengan acnaman pelaku, korban hanya bisa parsah. Sikaf pasrah korban ini sepertinya dimanfaatkan oleh AM, sebab sejak kejadian malam itu, AM bahkan telah menyetubuhi anak kandungnya berulang kali.

Sepandai-pandainya menyimpan barang busuk, akhirnya akan tercium juga, pepatah ini berlaku bagi AM saat korban hamil akibat perbuatan bejatnya, bahkan saat ini korban disebut telah hamil lima bulan. Tak tahan menanggung aib, korban akhirnya bercerita kepada keluarganya, selanjutnya atas kesepakatan keluarga, AM dilaporkan ke Pihak berwajib, dalam hal ini Polsek Tabir Timur.

Kapolres Merangin, AKBP I Kade Utama Wijaya, melalui Kapolsek Tabir AKP Suhendry membenarkan adanya kasus tersebut. Dia mengatakan bahwa jajarannya telah mengamankan pelaku atas kejadian tersebut.

‘’Pelaku sudah diamankan. Dimana pelaku merupakan ayah kandung dari korban, pelaku sudah mengakui perbuatannya, dan saat ini korban sudah hamil lima bulan” kata AKP Suhendry.

‘’Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 81 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak,” imbuhnya.

Penulis: zhf
Editor: zhf