Lagi, Pekerja Tambang Terjebak di Lubang Jarum.!!

Minggu, 02 September 2018 - 21:32:05 | dibaca: 252 kali


Ilustrasi
Ilustrasi / ist-net

 

BANGKO, meranginekspres.com- Aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang hingga saat ini tak bisa dihentikan pemerintah maupun aparat di kabupaten Merangin, kembali dikabarkan membawa petaka.!

Kali ini, Minggu (2/9) sekitar pukul 13.00 WIB, tujuh pekerja yang menambang emas dengan cara membuat Lubang Jarum, dikabarkan terjebak di dalam lubang galian sekitar 50 meter. Lokasi kejadian Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin.

Informasi yang berhasil dihimpun, tujuh orang penambang ilegal ini tidak bisa keluar dari lubang maut tersebut, dikarenakan jalan keluar tertimbun runtuhan tanah.

Sumber terpercaya dilapangan menyebutkan, dua dari tujuh orang pekerja tambang tradisional yang terjebak ini merupakan warga Desa Tanjung Mudo, Kecamatan Pangkalan Jambu, selebihnya merupakan warga asal Jawa.

"Ya kabarnya ada warga yang terjebak dalam lubang jarum, informasinya ada sekitar Tujuh orang," ungkap sumber.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kasat Reskrim, IPTU Khairunnas mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah berada di desa Simpang Parit. Namun karena kendala jarak yang jauh dan sedang turun hujan lebat, pihaknya belum bisa mencapai lokasi Lubang Jarum maut tersebut.

"Saat ini kami sudah di desa Simpang Parit, namun belum sampai ke TKP, karena sedang hujan lebat dan jarak lokasi dari desa juga sangat jauh," ujar Khairunnas via selluler.

Karenanya, hingga malam ini, pihaknya belum bisa memastikan hal-hal rinci terkait tragedi Lubang Jarum ini.

"Belum bisa kita pastikan penyebab kejadiannya, demikian pula terkait dengan identitas korban, sebab kita belum sampai ke TKP," pungkasnya.

Penulis: zhf
Editor: zhf