Tersangka Pembunuhan Dibekuk Saat Bersiap Tinggalkan Merangin

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 01:58:55 | dibaca: 436 kali


Pelaku saat diamankan di Mapolres Merangin
Pelaku saat diamankan di Mapolres Merangin / sup

BANGKO, meranginekspres.com- Emlan (35) Pelaku Pembunuhan Kakak beradik, yakni Ujang (38) dan Icup (40) warga Ladi Ilir Dusun Sungai Tebal Desa Nilo Dingin Kecamatan Lembah Masurai, diamankan ketika hendak meninggalkan kabupaten Merangin, dan ingin pulang ke daerah asalnya Bengkulu.

Pelaku diamankan benar-benar pada saat Last minute, yakni saat sedang menunggu keberangkatan angkutan yang akan ditumpangi, si salah satu loket Perusahaan Otobus (PO) di kota Bangko.

Kejadian tragis, pembunuhan dua kakak beradik tersebut terjadi pada Kamis (9/8) lalu, sekitar pukul 11.30 WIB. Saat korban mendatangi pelaku dikebunnya, saat itulah terjadi perkelahian dua lawan satu, yang mengakibatkan dua kakak beradik meregang nyawa di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan Pelaku, hal itu terjadi akibat korban (Icup_red) merasa cemburu kepada pelaku, dan mengira pelaku suka kepada istrinya. Namun pelaku merasa tidak pernah menyukai istri korban, seperti apa yang disangkakan korban.

"Saya tidak pernah mengganggu istrinya (icup), gimana bisa, istrinya saja jarang keluar rumah. Karena itu mereka kakak beradik mendatangi saya dan mengajak berduel. Saya sudah coba menghindar, namun kakaknya menyerang saya dengan pisau saya yang diambilnya dari ranjang kopi saya dan menyerang saya, namun saya berhasil tangkis pakai tangan kiri sehingga tangan saya terluka," jelasnya.

"Saya pun lari kebelakang tubuh adiknya, lalu saya mencabut pisau yang ada di pinggangnya, dan langsung menusuk tubuh adiknya dengan pisau itu, lalu dengan pisau itu juga saya membunuh korban (icup) sehingga keduanya meninggal dunia," terangnya lagi.

Kapolres Merangin, AKBP I Kade Utama Wijaya membenarkan, terjadi perkelahian yang menyebabkan dua korban meninggal dunia. Awalnya kedua korban mendatangi pelaku, namun untuk motifnya sendiri masih didalami pihaknya.

"Motif, apakah ada dendam pribadi nanti kita dalami dan apakah itu karena masalah asmara nanti kita juga dalami. Pelaku satu orang, namun saat diamankan ada satu orang lainnya, perannya untuk menyelamatkan pelaku untuk melarikan diri," ungkapnya.

Dilanjutkannya, Pelaku diduga akan melarikan diri ke daerah asalnya Bengkulu. Karena setelah melakukan pembunuhan, pelaku menuju kota Bangko, guna mencari mobil angkutan untuk meninggalkan Merangin.

"Setelah melakukan Pembunuhan pelaku lari ke kota Bangko dan hendak menuju daerah asalnya Bengkulu dan berhasil kita amankan sekitar pukul 21.15 WIB. Pelaku juga terkena bacokan ditangan kirinya, kejadian itu adalah perkelahian dua lawan satu," jelasnya.

"Dan Untuk pelaku sendiri, kita jerat dengan Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun," pungkasnya.

Penulis: sup
Editor: zhf