Meski Partai Besar, Gerindra Kesulitan Cari Caleg ?

Jumat, 20 Juli 2018 - 03:46:57 | dibaca: 555 kali


Kantor KPU Kabupaten Merangin
Kantor KPU Kabupaten Merangin / ist

BANGKO, meranginekspres.com- Seluruh Partai Politik (Parpol) calon peserta Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2019, telah usai melewati tahap pengajuan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) ke KPU. Kini Parpol tinggal menunggu hasil verifikasi oleh KPU, terkait kelengkapan berkas pencalonan.

Ada yang menarik ditahapan pemilu kali ini. Jika pada tahapan pemilu lima tahun silam, banyak parpol kewalahan melayani antusiasnya pendaftar caleg. Namun fakta terbalik justru terjadi untuk tahapan pemilu kali ini.

Data dari KPU kabupaten Merangin, sejumlah partai ternyata tak memenuhi quota maksimal untuk pengajuan bacaleg empat Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Merangin.

Tidak hanya kurang, sejumlah parpol bahkan sama sekali tidak memiliki caleg di beberapa Dapil.

Terpantau hanya delapan dari 16 Parpol yang mengajukan bacaleg sesuai dengan 35 jumlah quota kursi DPRD Merangin, yang terdiri dari masing-masing 11 kursi di Dapil Merangin I dan Merangin II, Delapan kursi di Dapil Merangin III serta Lima kursi untuk Dapil Merangin IV.

Ketua KPU Merangin, Iron Syahroni sebelumnya membenarkan adanya beberapa parpol yang mengajukan bacaleg dengan jumlah yang kurang dari quota kursi ditiap Dapil.

‘’Alahmadulillah semua Parpol sudah mendaftar tepat sebelum berakhir waktu pendaftaran,” sebut Iron.

‘’Namun memang ada parpol yang mengajukan Bacalegnya kurang dari 100 persen quota kursi. Contohnya di Dapil itu jumlah kursinya 11, ada parpol hanya mendaftarkan Bacalegnya sebanyak 9 atau 8, intinya kurang dari jumlah kursi di Dapil itu,” lanjutnya.

Baca juga: Woww.. Ternyata Banyak Parpol tak Penuhi Quota Caleg

Menariknya, diantara parpol yang jumlah bacalegnya tidak mencapai angka maksimal tersebut, terpantau beberapa ‘Partai Besar’.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) misalnya, Partai besar besutan Prabowo Subianto, yang juga merupakan satu dari empat partai pemilik kursi terbanyak di DPRD Merangin saat ini, ternyata tidak memenuhi jumlah bacaleg maksimal sesuai dengan quota kursi di beberapa Dapil.

Untuk Dapil Merangin I, Partai Gerindra yang juga menempati kursi pimpinan DPRD Merangin itu, kekurangan dua Bacaleg, dengan hanya mendaftarkan Sembilan bacaleg dari 11 slot tersedia. Lalu di Dapil Merangin II dan Dapil Merangin III, parpol berlambang Kepala Burung Garuda itu juga kekurangan masing-masing tiga bacaleg.

Mengingat Gerindra merupakan Partai besar, yang juga merupakan satu dari empat pemilik kursi terbanyak di DPRD Merangin saat ini. Tentu hal tersebut cukup mengundang pertanyaan. Apa gerangan yang menyebabkan Parpol Pimpinan DPRD Merangin ini justru terkesan seperti kesulitan memenuhi quota bacalegnya ?

Benarkan kondisi tersebut dikarenakan hadirnya system Seleksi Pencalonan (Silon), yang disebut lebih rumit ketimbang pileg periode lalu?

Atau kurangnnya bacaleg Gerindra ini justru disebabkan menurunnya antusias ‘Pemburu kursi parlemen’ untuk berlayar bersama Gerindra?

Menanggapi itu, Ketua DPC Gerindra Merangin, Syafrudin Chan justru terkesan menjadikan system seleksi KPU sebagai ‘kambing hitam’. Di menyebutkan bahwa informasi dari KPU, bacaleg yang diajukan dan datanya diinput ke website Sipol Pemilu, hanya bacaleg yang benar benar sudah 100 persen melengkapi bahan pencalonan.

‘’Informasi dua hari sebelum mendaftar ke KPU, bisa bacaleg yang belum lengkap bahan mendaftar. Namun berubah lagi informasi itu, yang diterima KPU bagi bacaleg yang lengkap bahannya. Maka kami mengambil bacaleg yang lengkap bahannya, lalu mendaftarkannya ke KPU,” ungkap legislator dua periode asal kacamatan Sungai Manau itu.

Namun demikian menurut Chan, semua bacaleg tersebut sudah masuk ke system Silon Pemilu, memang ada bacalegnya hanya mendaftar menggunakan KTP dan sudah diberi waktu dua hari sebelum mendaftar untuk melengkapi bahan, namun tidak juga melengkapi, maka yang didaftarkan hanya yang lengkap bahan.

‘’Sebenarnya banyak yang bisa masuk, karena aturannya harus lengkap, maka kami ambil bacaleg yang lengkap bahannya saja, kan aturan KPU sekarang banyak yang berubah-rubah,” ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, pihaknya sudah berusaha maksimal untuk mencukupi quota bacalegnya, namun ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti adanya bacaleg yang tidak mau mengurus berkas pencalonannya.

‘’Ada yang sudah daftar ke Partai tapi tidak mau ngurus berkas, ada yang terkendala ekonomi, dan ada juga sudah siap nyaleg tapi keluarga tidak boleh. Nah itu penyebab terjadi kekurangan, kalau untuk melengkapinya tidak akan terkejar lagi, karena waktu juga sudah mepet,” pungkas pria yang sudah cukup lama malang melintang di kancah politik Merangin itu.

Penulis: sup
Editor: zhf