Ditinggal Pergi, Rumah Janda Tiga Anak Hangus Terbakar

Kamis, 12 Juli 2018 - 15:15:15 | dibaca: 245 kali


Kebakaran hebat yang melanda rumah Ramuna, warga Rantau Panjang kecamatan Tabir
Kebakaran hebat yang melanda rumah Ramuna, warga Rantau Panjang kecamatan Tabir / yazdy

 

BANGKO, meranginekspres.com- Musibah kebakaran kembali terjadi di Rantau Panjang, Kecamatan Tabir zekitar pukul 08.45 WIB pagi ini, Kamis (12/7). Rumah panggung milik Ramuna, janda tiga beranak ini, yang terbuat dari papan hangus terbakar dilalap sijago merah.

Kebakaran berlangsung cepat warga yang mengetahui peristiwa itu, langsung bahu membahu memadamkan api yang semakin membesar.

Namun usaha warga tampaknya tidak mudah memadamkan api, api  yang semakin membesar membuat waraga meminta pertolongan pemadam  kebakaran setempat.

Mendapat laporan itu pemadam kebakaran langsung bergegas kelokasi kejadian, seketika itu juga api akhirnya mampu menjinakkan api tersebut.

Lurah Kampung Baruh Syahrial mengatakan, kebakaran bermula disaat pemilik rumah Ramuna, melaksanakan aktifitas seperti biasanya yakni pergi  menyadap karet dikebun mereka bersama tiga anaknya. sementara rumah korban ditinggal dalam keadaan kosong.

Menurut syahrial, dugaan sementara  kebakaran terjadi berasal dari api kompor yang belum dimatikan  saat pemilik memasak dirumah.

‘’Waktu kejadian rumah mereka kosong, ramuna dengan  tiga anaknya pergi motong kekebun. Kami ketahui sewaktu meninggalkan rumah mereka lupa memadamkan api kompor. Dan lagi mereka masak dalam kesehariannya menggunakan kayu api, sehingga sangat mudah terbakar dan merambat kerumah yang terbuat dari papan kayu itu,” katanya.

Akibat kejadian itu mereka mengalami kerugian puluhan juta karena rumah beserta isinya habis terbakar. Kejadian ini lanjut syahrial telah dilaporkan kepemerintah setempat dan pemerintah kabupaten Merangin. Ia berharap korban diberi bantuan terkait musibah yang dialaminya tersebut.

‘’Ya, kita sudah melapor ke pemerintah agar korban diberi bantuan. Apalagi mereka kurang mampu, ketiga anaknya adalah anak yatim karena orang ruang tua laki lakinya meninggal,” jelasnya.

Terkait bencana ini, ia menghimbau kepada warga agar selalu waspada saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.   Karena kalau tidak berhati hati bisa berakibat fatal seperti yang dialami korban tersebut.

‘’Kami sangat prihatin dengan kondisi korban. Tapi bagaimana yang namanya musibah tidak bisa dielak. Yang jelas kita harus selalu waspada setiap ingin bepergian keluar rumah. Kepada pemilik rumah mohon bersabar dengan musibah yang dialaminya ini,” tutupnya.

Penulis: yazdy
Editor: zhf