Kerajaan Malaysia Gelar Operasi, Ratusan Warga Kerinci di Malaysia Dikabarkan Tidur di Hutan

Kamis, 12 Juli 2018 - 00:53:19 | dibaca: 343 kali


Pondok darurat yang dibuat warga Kerinci di Malaysia, untuk menghindari Operasi kerajaan Malaysia
Pondok darurat yang dibuat warga Kerinci di Malaysia, untuk menghindari Operasi kerajaan Malaysia / istimewa

KERINCI, meranginekspres.com- Kerajaan Malaysia saat ini tengah melaksanakan program Rehiring yang dijalankan oleh Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) dilaksanakan bagi memberi kerja kepada Pekerja Asing Tanpa Izin (PATI) secara sah, bagi memenuhi sektor pekerjaan yang dibenarkan yaitu sektor perkilangan, pembinaan, perladangan, pertanian dan perkhidmatan.

Untuk itu saat ini, JIM menjalankan gerak gempur operasi penguatkuasaan secara menyeluruh bagi memburu PATI dan majikan yang masih membandel dan tidak mengambil pekerja asing secara sah melalui Program Rehiring dan tidak pulang secara sukarela melalui Program 3+1.

Informasi yang berhasil dihimpun, operasi besar-besaran telah bermula selama Dua pekan terakhir ini, yang berhasil menahan hampir ribuan orang di seluruh Malaysia, atas berbagai kesalahan yang di lakukan termasuk tinggal di Malaysia lebih masa dan kesalahan menggunakan visa pelancong untuk bekerja.

Dengan kondisi seperti itu, hampir Ratusan warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh saat ini merasa was-was. Bahkan, banyak warga yang terpaksa tidur didalam hutan, untuk menghindari tertangkap dari pihak Imigrasion Malaysia.

‘’Saat ini warga Kerinci banyak yang takut, bahkan meskipun dalanlm kondisi musim hujan, banyak warga Kerinci yang tidur didalam hutan untuk menghindari polis,” kata Tayib, warga Kerinci yang berada di Malaysia, via pesan WhatsApp.

Sebagian warga juga banyak yang tidak berani keluar rumah, mereka memilih untuk hanya berada didalam rumah plek (kontrak).

‘’Warga juga banyak yang tinggal dirumah pasrah, sambil berdoa, agar mereka diberikan perlindungan,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Enil Mitra, salah satu warga Kerinci yang juga berada di Malaysia. Dimana kondisi saat ini di Malaysia sedang gawat, banyak warga Kerinci yang hendak pergi kerja merasa takut.

‘’Tadi malam saja, saat kami naik kereta api saat pulang kerja, terdapat Belasan warga Kerinci yang dikejar Polis,” ungkap Enil.

‘’Mereka saat ini tidak ada ampun, semua lini baik dijalan, dalam Kereta Api, Bas, bahkan dirumah sekalipun di operasi dengan cara memotong kunci dengab Gunting besar,” tambahnya.

Sementara itu Kadis Sosnakertrans Kabupaten Kerinci, Juanda, sebelumnya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kerinci hanya bisa berharap, warga Kerinci yang berada di Negri Jiran Malaysia tidak tertangkap oleh pihak Imigrasion yang sedang melakukan operasi besar-besaran.

‘’Kita hanya bisa berdoa, agar warga kita yang berada di Malaysia baik-baik saja,” ujarnya.

Ia menghimbau kepada warga Kerinci yang berada di Malaysia, agar segera pulang dan mengurus dokumen yang lengkap sebagai tenaga kerja di Malaysia. Begitu juga bagi warga Kerinci, yang berada di Kabupaten Kerinci saat ini.

‘’Itulah gunanya kita buat Kantor Imigrasi di Kerinci, untuk memudahkan warga Kerinci membuat dokumen yang lengkap. Agar aman, ketika berada di Malaysia,” tutupnya.

Penulis: juni
Editor: zhf