Dua Ribu Lebih Honorer Merangin Bakal Dirumahkan

Rabu, 11 Juli 2018 - 02:10:18 | dibaca: 2885 kali


Bupati Merangin, Al Haris saat memberi sambutan dalam acara konsultasi publik Kajian Lingkungan Hidup Stategis (KLHS)
Bupati Merangin, Al Haris saat memberi sambutan dalam acara konsultasi publik Kajian Lingkungan Hidup Stategis (KLHS) / istimewa

BANGKO, meranginekspres.com- Rencana merumahkan tenaga honorer dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin, kembali bergulir. Itu disampaikan langsung oleh Bupati Merangin, saat acara halal bi halal Pemkab Merangin di Mushala kantor Bupati beberapa waktu lalu.

Direncanakan pada Desember nanti, semua tenaga kerja kontrak daerah atau tenaga honorer akan dirumahkan, dketahui jumlah Honorer di Merangin sebanyak lebih dua ribu orang.

Jumlah honorer terbanyak terdapat di Dinas Pendidikan jumlahnya sekitar seribu orang, diluar data itu ada di Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP) yang jumlahnya sekitar 300 orang.

Baca juga: Soal Rencana Pemkab Merumahkan Honorer, HMI: 'Jangan Ada Muatan Politik'

Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Sibawaihi saat dikonfirmasi membenarkan rencana merumahkan tenaga honorer tersebut. Akan tetapi Kemungkinan honorer tersebut akan dipanggil lagi. Bahkan kemungkinan besar lanjut Sekda, akan dilakukan seleksi sesuai ketentuan dan kebutuhan.

‘’Selaku sekretaris daerah, saya menyerahkan sepenuhnya ke pak Bupati, karena hak beliau. Karena pimpinan itu, punya tiga hak yang tidak bisa diganggu, pertama hak kepegawaian, yang kedua hak politis, dan ketiga hak keuangan,” ungkap Sekda, Selasa (10/9).

‘’Dan kami tidak bisa menekel istilahnya, dan melangkahi ketentuan itu. Karena itu hak Bupati, kalau dia melakukan itu, sah-sah saja, salah satu contoh Muara Bungo sudah melakukan itu,” tambahnya lagi.

Dikatakan Sekda, Mungkin salah satu tujuannya adalah penghematan, atau mungkin untuk melihat siapa yang layak betul diposisi itu.

‘’Memang tenaga honor ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan lapangan pekerjaan meskipun tidak sesuai dengan UMR. Banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, ini juga salah satu bentuk penampungan, Tapi ada plus minus juga mungkin,” ujarnya.

Kalau untuk jumlahnya, berdasarkan yang disampaikan Bupati itu jumlahnya lebih dari 2 ribu orang. Semua itu bakal dirumahkan semuanya, setelah dirumahkan, kemungkinan akan dipanggil lagi dan akan diadakan seleksi sesuai dengan bidangnya. Sebab sejauh ini memang masih terdapat honorer tidak sesuai dengan pendidikannya.

‘’Seperti Sarjana kesehatan ada dikantor Bupati ini, ada sarjana ekonomi ada dibagian hukum misalnya. Mungkin pak Bupati ini pengen kedepannya menempatkan seseorang itu sesuai dengan disiplin ilmunya,” kata Sekda.

Seperti yang direncanakan, honorer tersebut akan dirumahkan pada akhir bulan desember 2018 nanti, namun saat ditanya apakah pada awal tahun 2019 honorer yang dirumahkan nantinya langsung dipanggil, atau untuk melakukan seleksi. Sekda belum mengetahui pasti, ia juga akan menunggu informasi dari Bupati.

‘’Kalau awal tahun kita juga belum tahu pasti, untuk tes atau seleksi bahannya, maka kita akan menunggu petunjuk dari pak Bupati,” pungkasnya.

Penulis: sup
Editor: zhf