Separuh Balita di Muarojambi Mengidap 'Stunting', Apa Penyebabnya ?

Kamis, 05 Juli 2018 - 17:04:50 | dibaca: 212 kali


Ilustrasi
Ilustrasi / ist

SENGETI, meranginekspres.com- Menurut sumber data riset yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Dasar Nasional, sebanyak 50,06 balita di Kabupaten Muarojambi mengidap masalah stunting atau bertumbuh pendek (cebol).

Sedangkan berdasarkan data yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), angka penanganan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada bayi dalam waktu lama.

Sehingga menyebabkan terhambatnya masa pertumbuhan pada bayi yang tingi bandannya tidak sesuai dengan usianya ini, baru 30 persen dilakukan tindakan pencegahannya.

‘’Ya bila berdasarkan hasil dari riset dari kementrian kesehatan nasional, angka balita pengidap stunting dikabupaten Muarojambi sebanyak 50,06 persen,” ucap Sekdis Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Yes Isman.

Sambungnya, dalam pencegahan masalah orang pendek (cebol) agar tidak bertambah di Kabupaten Muarojambi saat ini bisa dilakukan dengan cara interfrensi sfesifik yakni dimulai dari pemberian tablet darah pada remaja, ibu sebelum hamil dan hamil, dan ibu menyusui berlanjut kepada bayi dan balita.

‘’Karena masalah orang pendek (cebol) ini hanya bisa diketahui dari bayi hingga balita saja, maka pencegahannya dimulai dari remaja hingga masa ibu menyusui,” terangnya.

Kemudian 70 persen penyebab masalah stunting, adalah masalah kurangnya akses air bersih yang belum diukuran diatas 80 persen baik, kemudian akses sanitasi seperti pembuangan kotoran, sampah dan limbah yang sembarangan, dan yang terakhir  pola menkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh zat zat kimia.

‘’Air bersih, sanitasi dan pangan, tiga hal tersebutlah saat ini menjadi interfrensi sensitif dominan dalam pencegahan masalah orang pendek (cebol) di Muarojambi saat ini,” ungkapnya.

Penulis: reno
Editor: zhf