Bekas Hutan TNKS di Perbatasan Sungai Lalang-Renai Alai Kembali Dijamah

Kamis, 05 Juli 2018 - 12:14:45 | dibaca: 464 kali


Tampak kawasan yang merupakan bekas hutan lebat di areal TNKS, kini mulai kembali dijamah oleh perambah yang sebelumnya sempat di usir
Tampak kawasan yang merupakan bekas hutan lebat di areal TNKS, kini mulai kembali dijamah oleh perambah yang sebelumnya sempat di usir / istimewa

BANGKO, meranginekspres.com- Hanya beberapa bulan saja sejak ditertibkan, para perambah hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) di kawasan perbatasan Desa Sungai Lalang dan Desa Renah Alai, kini kembali menggarap lagi lahan yang sempat ditinggalkan.

Pantauan langsung dilapangan, hampir setiap hari terlihat aktifitas perambah menggarap lahan yang dulunya merupakan hutan lebat salah satu bagian areal TNKS tersebut.

Bahkan dibeberapa titik lokasi, lahan yang usai ditertibkan oleh pihak TNKS dan Polhut dulu, mulai tumbuh semak belukar karena tidak lagi ditempati, namun kini lahan itu kembali bersih karena dijamah lagi oleh para perambah.

Tidak hanya itu, di beberapa lokasi sepanjang bekas hutan lebat itu, juga terlihat beberapa jenis tanaman, seperti kentang bahkan tanaman kopi juga mulai tumbuh.

Salah satu warga sekitar yang dimintai informasinya menyebutkan, sejak ditertibkan beberapa bulan lalu, para perambah memang meninggalkan lokasi bekas hutan lebat yang juga merupakan perbatasan kecamatan Lembah Masurai dan Kecamatan Jangkat itu, rumah dan pondok yang sempat mereka bangun, juga telah pula dibongkar, baik dibongkar sendiri oleh perambah maupun dibongkar paksa oleh petugas.

"Dulu waktu razia tu lah pado pegi galo, rumah-rumah disiti jugo sudah dibobgkar," sebut Ral warga sekitar.

Sayangnya, sejak beberapa waktu belakangan, satu persatu perambah itu, kembali dengan cara yang terkesan diam-diam, untum menggarap kembali lahan yang merupakan Taman Nasional milik negara itu.

"Dulu katonyo bagi yg sudah terlanjur menanam tanaman mudo, diberi kesempatan untuk memanen hasil tanamannyo, kemudian tetap harus pergi. Tapi kini mereka balik lagi, sudah ado yang lah nanam kentang lagi, bahkan ado yanh lah hampir panen lagi kentangnyo, ado jugo yang lah mulai nanam kopi," beber warga lainnya.

Atas kondisi ini,warga pun berharap agar piham berwenang tidak setengah setengah dalam menangani hal semacam ini. Jika ini dibiarkan terjadi, maka menurut warga bukan tidak mungkin tindakan penertiban yang sudah sempat menempakkan hasil, pada akhirnya akan sia-sia.

"Pihak terkait, kalau bertindak itu ya jangan setengah-setengah lah," harapnya.

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak TNKS.

Penulis: zhf
Editor: zhf