Tim Paslon 3 Berencana Gugat Penyelenggara Pilkada

Kamis, 05 Juli 2018 - 11:32:07 | dibaca: 735 kali


Rapat pleno rekapitulasi hasil perolehan suara pilkada Merangin, kemarin
Rapat pleno rekapitulasi hasil perolehan suara pilkada Merangin, kemarin / sup

BANGKO, meranginekspres.com- Meskipun Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Merangin diklaim berjalan lancar, namun tetap meninggalkan beberapa catatan dugaan pelanggaran oleh penyelenggara Pilkada.

Dugaan pelanggaran oleh penyelenggara tersebut disampaikan oleh Saksi Pasangan Calon (Paslon) urut 3 (Tiga), Nalim-Khafid, Agus Purnomo usai menjadi saksi pada Rapat Pleno Rekapitulasi, Penetapan dan Pengumuman hasil Penghitungan suara tingkat kabupaten untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Merangin 2018, Rabu (4/7) kemarin yang berlangsung di Ruang Pola I Kantor Bupati Merangin.

"Kuat dugaan pelanggaran itu, pertama saat pelaksaan di TPS, jika saksi hanya ada dari satu paslon, perhitungan tidak boleh, yang kedua ada satu TPS yang orangnya memilih pake KTP kabupaten lain dan ada beberapa tempat yang formulir C7 (Daftar Hadir) yang tidak ditanda tangani peserta pemilih. Nah itu kami lihat dari bagian pelanggaran dari penyelenggaraan ini, maka kami akan coba ke DKPP (Dewan Kohormatan Penyelenggara Pemilu)," ungkapnya.

Menurut Agus, pihaknya hanya fokus rencana gugatan pelanggaran penyelenggaraan tersebut, hanya saja ia menyebutkan, jika dari penyelenggaraan bermasalah, tentu hasilnya patut dipertanyakan.

"Gini saja, kita fokus pada penyelenggaraannya saja, guna perbaikan demokrasi di Merangin kedepannya itu lebih baik dan makin mantap, gitu ya," harapnya.

"Intinya kita akan tetap menyampaikan tiga keberatan, satu C7 yang tidak ditanda tangani di Desa Renah Alai, ada pemilih menggunakan KTP kabupaten lain, kemudian ada saksi kami masuk pada perhitungan suara padahal saksi hanya satu. Jadi gugatannya kepada penyelenggaraan itu saja," tambahnya.

Saat ditanya, apa upaya yang akan dilakukan atas keberatan keberatan tersebut. Agus mengatakan, ia akan membawa masalah tersebut keranah tim, apakah ada upaya hukum, akan tetapi untuk gugatan ke MK tidak mungkin dilaksanakan, yang memungkinkan adalah DKPP.

"Kalau untuk ke MK tidak memungkinkan, karena jarak suara cukup jauh, karena yang bisa itu satu koma lima persen, kalo tetap dilakukan percuma. Namun yang memungkinkan adalah gugatan ke DKPP atau upaya hukum lainnya. Dan keberatan kami lainnya tadi, kami kehilangan suara di Tabir Ulu, jumlah suara berbeda di C1. itu juga masalah penyelenggaraan," katanya.

Sementara itu, Saksi Paslon urut 1 (Satu) Ahmad Fauzi-Sujarmin (Fajar), Muhlisin yang dikonfirmasi mengatakan, tidak ada alasan bagi Paslon urut satu untuk menolak hasil Pleno tersebut.

"Saya dititipkan pesan oleh Ahmad Fauzi Ansori dan Sujarmin, tidak ada alasan bagi kami paslon urut satu menolak hasil Pleno. Kami nyatakan dengan jantan dan kesatria, kita akan menerima hasil ini, tidak akan menggugat dalam ranah apapun," ungkapnya.

"Kita berharap ini adalah momen penting, kemajuan Merangin kedepan, jadi kami menyikapi ini dengan positif, soal kalah dan menang dalam politik itu pasti akan dialami oleh siapapun yang maju karena politik. Kalau berbicara catatan cukup banyak catatan, namun tidak bisa diselesaikan dengan memuaskan dan catatan seperti ini semoga kedepannya tidak terjadi lagi," harapnya.

Dan Saksi Paslon Urut 2 (Dua) Al Haris-Mashuri (Hamas), Umar Jaya yang dikonfirmasi mengatakan, Pilkada sudah selesai namun hubungan silahturahmi tetap terjaga.

"Saya titip salam kepada tim paslon satu dan tiga, pilkada sudah selesai namun hubungan silahturahmi tetap terjaga. Yang penting kedepan, bagaimana Merangin bisa sukses kedepan, dan semoga pemimpin Merangin yang terpilih, semoga mereka dapat menjalankan amanah," pungkasnya.

Penulis: sup
Editor: zhf