Pleno KPU Selesai, Hamas Menangkan Pilkada Merangin

Rabu, 04 Juli 2018 - 23:04:18 | dibaca: 77 kali


Saksi paslon menandatangani berita acara, usai rapat pleno KPU yang digelar di ruang Pola I Kantor Bupati
Saksi paslon menandatangani berita acara, usai rapat pleno KPU yang digelar di ruang Pola I Kantor Bupati /

 

BANGKO, meranginekspres.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Merangin menetapakan Calon Bupati dan Wakil Bupati Al Haris-Mashuri (Hamas) sebagai Pasangan Calon (Paslon) peraih suara terbanyak pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Merangin 2018.

Melalui Rapat Pleno Rekapitulasi, Penetapan dan Pengumuman hasil Penghitungan suara tingkat kabupaten untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Merangin 2018, Rabu (4/7), ditetapkan perolehan suara Hamas sebanyak 84.166.

Selanjutnya, perolehan suara terbanyak kedua oleh Pasangan Calon (Paslon) Nalim-Khafidh (Nakhad) sebanyak 66.344 dan perolehan suara dari Paslon Ahamad Fauzi Ansori-Sujarmin (Fajar) sebanyak 37.329.

Maka untuk jumlah suara sah pada Pilkada 2018 ini sebanyak 187.839, sedangkan suara tidak sah sebanyak 4.436, sehingga untuk jumlah pemilih keseluruhan pada Pilkada 2018 ini sebanyak 192.275.

Kemudian jika dihitung selisih suara yang didapat Paslon Hamas, untuk Selisih suara Hamas dengan Nalim-Khafid sebanyak 17.822. sedangkan Selisih suara Hamas dengan Fajar sebanyak 46.837.

Ketua KPU Merangin, Iron Sahroni mengatakan, proses rekap ditingkat kabupaten ini sebelumnya sudah dilakukan rekap ditingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan semuanya berjalan dengan lancar.

‘’Hari ini, itu adalah jadwal rekapitulasi tingkat kabupaten, sudah kita mulai dari pukul 10.00 Wib, alhamdulillah selesai pada pukul 17.50 Wib ini. Semuanya berjalan dengan baik, sesuai dengan prosedur dan mekanisme,” ungkap Iron.

Dikatakan Iron, tidak terjadi kendala pada proses rekap tersebut, hanya saja ada perbaikan terkait data pemilihan antara laki-laki dan perempuan, sedangkan untuk perolehan suara tidak terjadi perbedaan.

‘’Tidak ada persoalan dari perolehan suara, tapi yang dipersoalkan oleh para saksi itu adalah adanya perbedaan-perbedaan jumlah laki-laki dan perempuan, jadi secara substansi tidak ada persoalan. Jadi hari ini sudah selesai, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu KPU sehingga Pilkada ini berjalan lancar dan aman,” ujarnya.

Dirinya berharap, Pilkada kabupaten Merangin bisa dicontoh oleh kabupaten lain.

Iron juga mengatakan, setelah keputusan rekapitulasi perhitungan tersebut dibacakan, jika terjadi perselisihan perolehan suara, dan terjadi ketidak puasan dari masing-masing paslon dan tim paslon, maka diberi ruang untuk mengajukan gugatan.

‘’Misalnya pihak tertentu, Paslon, tim kampanye, atau saksinya. Mereka bisa mengakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), terhitung sejak keputusan KPU dibacakan hingga tiga kali 24 jam, artinya paling lambat hari Jumat mereka bisa mengakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” pungkasnya.