Harga Pinang Anjlok, Petani Menjerit

Jumat, 08 Juni 2018 - 20:56:30 | dibaca: 192 kali


Petani pinang
Petani pinang / ist

KUALA TUNGKAL, meranginekspres.com- Kondisi perekonomian petani Pinang di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menjelang hari raya idul fitri 1439 H, tak kunjung membaik.

Komiditi pinang, yang selama ini menjadi andalan sumber penghidupan petani di Tanjabbar justru makin anjlok. 

Harga jual ditingkat petani, kini dipatok pada kisaran Rp 6.500 - Rp 8.000 per kg. Sebelumnya harga pinang sempat melejit mencapai Rp 18.000 per kg.

"Harga pinang makin merosot, kami sangat berharap bisa naik lagi seperti dulu, rupanya makin terpuruk," keluh Isay, seorang petani pinang Tanjabbar. 

Dirinya menyebutkan, Harga pinang jauh merosot, padahal harga sembako dan kebutuhan jelang lebaran perlahan terus merangkak naik. Ekonomi makin sulit dan rumit dirasakan para petani di Tanjabbar.

Anjloknya harga pinang yang dinilai sudah mencapai titik terendah ini, kata Isay  membuat ribuan petani di Tanjabbar merasakan dampaknya.

"Bukan hanya rugi biaya operasional. Biaya yang harus dikeluarkan untuk panen dengan nilai jual hitungannya rugi. Kalau sudah begini kita pasrah lah lagi mau beli pakaian dan kebutuhan lebaran lainnya," kata Isay.

"Kami sempat berharap pemerintah daerah maupun pusat punya solusi harga bisa baik lagi. Rupanya tambah parah," keluhnya

Penulis: hry
Editor: zhf