Dukungan Terus Mengalir, FaJar Kian Optimis

Jumat, 01 Juni 2018 - 17:16:52 | dibaca: 200 kali


Ahmaf Fauzi, Calon Bupati Merangin nonor urut 1 ditengah-tengah simpatisannya.
Ahmaf Fauzi, Calon Bupati Merangin nonor urut 1 ditengah-tengah simpatisannya. / ist

 

BANGKO, meranginekspres.com- Kurang dari satu bulan menuju penentuan nasib Merangin, dinamika politik terus bergeliat. Banyak hal diluar dugaan terjadi menjelang 'injury time', misalnya seperti dukungan yang mengalir deras kepada pasangan calon nomor urut satu, Ahmad Fauzi – Sujarmin (FAJAR).

FAJAR nyaris setiap hari menerima pernyataan dukungan dari berbagai kelompok masyarakat. Baik yang berdatangan ke posko pemenangan, ke rumah pribadi Ahmad Fauzi dan Sujarmin, ataupun yang mengundang agar paslon nomor urut satu ini hadir ke desa-desa.

Teranyar, puluhan warga Desa Danau Kecamatan Nalo Tantan datang langsung ke kediaman Fauzi di Komplek Taman Indah Lestari, Lingkungan Talang Kawo, Kelurahan Dusun Bangko, Bangko. Mereka menyatakan dukungan setelah menyaksikan langsung debat publik di layar televisi beberapa waktu lalu.

“Terbaru masyarakat kita dari Desa Danau kemarin. Tapi sebenarnya sebelumnya sudah berkali-kali kelompok masyarakat datang tanpa kita mobilisasi. Mereka datang sendiri dan menyatakan dukungan. Alhamdulillah,” kata Fauzi.

Ia katakan, minggu lalu sekitar 50 orang warga Kecamatan Sungai Manau yang datang menyatakan dukungan. Dua hari sebelumnya, awal Ramadhan, masyarakat Tabir Selatan juga datang mendeklarasikan dukungan.

“Tapi memang sebelumnya tidak kita publikasi. Ini strategi politik. Seperti kemarin kami ke Jangkat dan Lembah Masurai. Karena memang sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat di sana,” ujar Fauzi yang biasa disapa Bang Ojie ini.

Demikian pula diakui Sujarmin. Ia mengatakan bulan Ramadhan tak membuat intensitas silaturrahmi berkurang. Pasalnya banyak sekali permintaan pertemuan dan silaturrahmi dari masyarakat dari desa-desa berbeda.

“Banyak tim paslon lain yang menyatakan dukungan ke kami. Tapi kami minta dilakukan dengan cara santun. Tidak perlu dengan melakukan pengembalian SK dan buka baju tim, lalu difoto. Itu bisa membuat ketersinggungan pihak lain. Kita mau yang santu saja,” ujar Sujarmin pula.

Penulis: zhf
Editor: zhf