Navarin Karim: 'Fauzi Kuasai Materi Debat, Kelas Doktor Justru tak Terlihat'

Senin, 14 Mei 2018 - 16:08:16 | dibaca: 502 kali


Debat Publik kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Merangin, di Gedung DPRD Merangin, Sabtu (12/5) lalu.
Debat Publik kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Merangin, di Gedung DPRD Merangin, Sabtu (12/5) lalu. / ist

BANGKO, meranginekspres.com- Praktisi hukum dan pengamat politik kenamaan Jambi, Navarin Karim turut memberi penilaian terhadap materi dan hasil Debat Publik kandidat Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan wakil Bupati Merangin periode 2018-2023.

"Debat kandidat di Merangin dikuasai oleh paslon nomor 1. Kalau boleh dipresentasikan Paslon 1 saya beri nilai 60 persen, Paslon 2, 30 persen dan Paslon 3, cuma 10 persen" kata Navarin Karim.

Pengamat politik Jambi ini mengatakan, bahwa selama debat berlangsung, Paslon nomor urut 1, terlihat sangat menguasai materi. Bahkan data-data soal Merangin dikuasainya. 

"Ini luar biasa, Fauzi terlihat sekali sangat menguasai materi, dan sangat ilmiah apa yang dijelaskan Fauzi" tegas Navarin.

Baca juga:  Begini Kata Sujarmin Soal Bully Karena tak Bicara Saat Debat

Terkait gelar akademis yang disandang masing-masing kandidat. Mengingat dua calon, yakni calon nomor urut 2 dan 3 telah bergelar doktor, sementara Ahmad Fauzi masih kandidat doktor. Rektor Universitas Jambi cabang Sarolangun ini justru menilai ekplore nya selama debat hampir tidak terlihat. 

"Saat debat, semestinya Haris dan Nalim memperlihatkan kompetensi mereka. Apalagi mereka sudah pernah memimpin Merangin. Tapi saat debat, saya bahkan tidak melihat kualitas akademis mereka sebagai Doktor, materinya sangat dangkal, begitu juga saat memberikan penjelasan, sangat lemah sekali," ujar Navarin.

Selama debat, Navarin Karim yang juga sudah berpengalaman menjadi Panelis pada beberapa debat kandidat sebelumnya, memaparkan bahwa secara keseluruhan, Fauzi Anshori sangat mengungguli materi debat.

"Dalam hal penguasan materi, Paslon Fauzi Ansori menang, jauh berbeda dengan Haris dan Nalim," ujar Navarin.

Penulis: zhf
Editor: zhf