Demo Pekat Ricuh, Oknum Aparat Pukul Mahasiswa

Senin, 14 Mei 2018 - 13:58:29 | dibaca: 417 kali


Aksi demo mahasiswa PMII Cabang Merangin yang meminta Pekat ditertibkan, aksi sempat ricuh dan diwarnai pemukukan mahasiswa
Aksi demo mahasiswa PMII Cabang Merangin yang meminta Pekat ditertibkan, aksi sempat ricuh dan diwarnai pemukukan mahasiswa / sup

BANGKO, meranginekspres.com- Aksi Demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Merangin, menuntut tindakan tegas pemerintah terhadap Penyakit Masyarakat (Pekat), sempat ricuh. Bahkan aksi tersebut diwarnai pemukulan seorang mahasiswa oleh oknum aparat.

Pantauan meranginekspres.com kericuhan terjadi saat mahasiswa yang berada didepan pintu gerbang kantor bupati memaksa masuk untuk bertemu Pjs Bupati Merangin, Husairi. Namun upaya pendemo dihadang aparat yang terdiri dari gabungan Satpol PP dan Polisi. 

Saling dorong antar pendemo dan aparat pun tak terelakkan. Bahkan saat saling dorong, salah seorang pendemo ditarik oleh aparat dan mendapat pukulan. 

Puluhan pendemo yang tak terima rekannya dipukul berusaha membalasnya.  Namun karena ketatnya penjagaan mahasiswa tak berdaya. 

Aksi saling dorong antara aparat dan peserta aksi akhirnya berhasil ditenangkan. Mahasiswa meminta agar Pjs Bupati bisa menemui mereka.

Mahasiswa mengaku, tidak terima rekan mereka dipukul. Mereka meminta agar pihak kepolisian bisa mengusut hal ini. 

"Satu teman kami dipukuli. Aparat harus bertanggungjawab dan polisi bisa mengusut hal ini," ujar Andri, korlap aksi.

Baca juga: Diduga Pukul Pengunjuk Rasa, Oknum Satpol PP Dilaporkan

Kericuhan tersebut bermula, saat Pendemo mendatangi kantor Bupati, namun dihadang aparat keamanan yang terdiri Polisi dan Satpol PP dengan menutup pintu pagar utama. Mahasiswa pun berusaha untuk menerobos pagar tersebut untuk masuk. 

"Kita  tidak disambut dengan baik. Pintu pagar mereka tutup," teriak mahasiswa kesal. 

Kesal dengan perlakuan tersebut, pendemo berusaha masuk dengan paksa. Pintu pagar yang dijaga aparat mereka. 

Setelah saling dorong, akhirnya para pendemo berhasil membuka pintu pagar tersebut. Setelah berhasil menerobos pintu pagar, lalu pendemo langsung menuju pintu utama kantor bupati. 

Di pintu kantor pendemo kembali dihadang oleh puluhan aparat. Meski dihadang, pendemo terus berorasi menyampaikan tuntutan mereka, yaknk agar pekat bisa ditertibkan.

Penulis: sup
Editor: zhf