Parah.. Bertahun-tahun Dugaan Pungli di LP Disebut Dikendalikan KPLP

Senin, 14 Mei 2018 - 11:09:24 | dibaca: 361 kali


Lapas kelas IIB Bangko, belakangan santer diterpa isu pungli
Lapas kelas IIB Bangko, belakangan santer diterpa isu pungli / ist

BANGKO, meranginekspres.com- Dugaan praktek Pungutan Liar (Pungli) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Bangko kian kentara. Sejumlah pihak mengungkap jika dugaan kecurangan ini, telah berlangsung selama bertahun-tahun, yang diduga kuat dikendalikan oleh oknum Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) setempat.

Satu lagi mantan Warga Binaan Lapas kelas IIB Bangko mengungkapkan, jika ia juga merupakan salah satu mantan napi yang pernah merasakan langsung, ‘dipaksa’ untuk membayar biaya pindah kamar.

Baca juga: Warga Binaan Lapas: 'Kasihan.. KPLP yang Berulah, Pak Kalapas yang Malu'

“Saya ini mantan Napi yang pernah merasakan langsung harus membayar, uang biaya untuk pindah ke kamar bebas. Waktu itu saya bayar Rp 1,5 juta,” ungkap Mantan Napi yang mengaku telah bebas sejak sekitar delapan bulan lalu.

Mantan warga binaan yang berkali kali meminta idenditasnya tidak diungkap itu membeberkan, jika selama beberapa bulan bahkan hitungan tahun belakangan ini, aksi tersebut dikendalikan oleh ES, oknum KPLP kelas IIB Bangko.

“Itu semua (Aksi Pungli) dikendalikan oleh pak KPLP. Memang dia tidak pernah turun langsung. Tetapi Kambing-kambing(Anak Buahnya_red) yang dia perintahkan untuk memaksa kami,” tutur sumber.

Tidak hanya soal pindah kamar dan iuran rutin yang dibebankan kepada warga binaan, mantan napi yang sempat menjalani hukuman dua tahun lebih di LP kelas IIB bangko ini juga mengungkapkan, bahwa dalam beberapa kesempatan, para antek dari oknum KPLP yang ia sebut dengan sebutan ‘Kambing Peliharaan’ tersebut, kerap meminta uang kepada sejumlah napi, bahkan tidak jarang dengan cara yang terkesan memaksa.

“Pokoknya macam-macam alasan yang mereka buat untuk meminta uang. Bahkan tak jarang kalau pak KPLP mau keluar kota, itu dimanfaatkankambing-kambingya untuk meminta uang. Kalau tidak mau, kami diancam mau dipindahkan ke LP yang lain, misalnya di kabupaten lain yang mereka sebut lebih buruk dari Merangin,” bebernya lagi.

“Bahkan waktu saya pertama masuk dulu, juga diminta uiran sebesar Rp 250 ribu, alasannya untuk biaya air minum. Kan aneh, setahu saya semua untuk operasional didalam itu kan ada anggarannya,” imbuh dia.

Dia menceritakan, hal tersebut tidak hanya dialami oleh satu atau dua orang Napi saja, akan tetapi dia mengaku hamper semua Napi yang tengah menjalani hukuman, tidak berani melaporkan hal tersebut, karena tidak ingin justru menambah masalah bagi mereka didalam.

‘’Ya namanya kita sedang menjalani hukuman, dengan terpaksa diikkutin saja, saya paham benar dengan kawan-kawan yang masih didalam, mereka bukan tidak berani untuk melaporkan, tetapi mereka tidak mau malah menambah masalah, sebab oknum itu memang sering mengancam, kalau macam-macam akan dipindahkan atau macam-macam alasan lainnya,” cerita sumber lagi.

“Pak KPLP itu juga orangnya sangat licik, kalau misalnya ada kunjungan atau sidak dari pihak Kanwil Jambi, dia selalu berakting seolah dia yang paling baik, dan seoalah-tidak terjadi apa-apa. Kami bukan tidak mau melaporkan, kami juga sangat geram melihat tingkahnya yang sok suci. Tetapi itu tadi, kami tidak mau justru akan menambah masalah kami,” tambahnya.

Ditempat terpisah, KPLP Kelas IIB Bangko, Eli Susanto dikonfirmasi via telepon, membantah tudingan tersebut.

“Saya sekarang sedang cuti, namun saya juga sudah mendapat kabar mengenai berita tersebut. Yang jelas kalau tudingan itu diarahkan ke saya, pasti saya bantah,” ujar Eli.

Lebih jauh, Eli mengatakan, jika masa cutinya berakhir nanti, ia juga siap memberikan konfirmasi resmi terkait kabar yang beberapa hari terakhir ini cukup santer beredar.

‘’Saya tidak bisa mengatakan iya atau tidak saat ini, karena saya sedang cuti, dan saya juga tidak mau berbicara dengan opini, nanti kalau saya sudah aktif kembali setelah masa cuti, teman-teman silakan cek langsung ke lokasi, mengenai benar atau tidaknya kabar tersebut,” tambah Eli Susanto. 

Penulis: zhf
Editor: zhf