Ajakan 'Bercinta' Ditolak, Pria Ancam Janda Dengan Sajam

Sabtu, 28 April 2018 - 00:12:05 | dibaca: 437 kali


Ilustrasi
Ilustrasi / ist

BANGKO, meranginekspres.com- Lantaran dorongan nafsu birahi, Kahari alias Kulup (44), warga Pulau Lebar Kecamatan Tabir Barat, harus berurusan dengan pihak berwajib. Ini merupakan buntut perbuatan nekadnya mengancam seorang janda yang masih satu desa dengannya karena ajakan 'bercinta' dari Kulup ditolak.

Informasi yang didapat, korban bernama Ida Uraiyani (33) yang masih satu desa dengan kulub, yang saat ini menyandang status janda.

Awalnya, pada sabtu (22/4) lalu sekira pukul 22.00 WIB, Kulup yang dalam hal inj berstatus terlapor mengirim surat kepada janda tersebut, isinya mengajak korban selingkuh (bercinta secara diam-diam).

Namun surat tersebut tidak ditanggapi korban, akan tetapi apa yang dilakukan Kulup, oleh korban justru diberitahukan kepada istri Kulup, Sehingga Kulup pun dimarahi Istri, Saudah.

Karena niatnya sudah kadung ketahuan, keesokan harinya, Senin (23/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Kulup nekat mendatangi janda tersebut yang sedang bekerja memotong karet dikebunnya, saat itulah terjadi pengancaman terhadap korban.

Dengan memegang sebilah pisau, kulup melontarkan kata-kata ancaman kepada korban "kalau ida tidak menerima Cinta saya awas kau,"

karena takut atas ancaman dari kulup, korban langsung pulang dan memberitahukan kejadian pengancaman itu kepada keluarganya, lalu oleh pihak keluarga diputuskan untuk melaporkan kejadian itu ke Polsek Tabir Ulu, Rabu (25/4).

Setelah adanya pengaduan dari korban, Kanit res Polsek Tabir Ulu langsung mencari keberadaan Kulup. Dengan dibantu Sekdes Pulau Lebar, Kulup pun berhasil diamankan.

Saat diamankan, polisi menemukan sebilah pisau yang diduga digunakannya untuk mengancam korban terselip di pinggangnya.

Setelah diinterogasi, Kulup pun mengakui pisau tersebut yang digunakanya untuk mengancam janda tersebut. Kulup lantas digelandang ke Polsek Tabir Ulu guna penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Merangin, AKBP I Kade Utama melalui Paur Humas, Ipda Sitorus membenarkan, saat ini pihaknya sedang menangani kasus perbuatan tidak menyenangkan dan juga kepemilikan Sajam.

"Ya telah terjadi tindak pidana Perbuatan tak menyenangkan dan atau memiliki, menyimpan, membawa sajam tanpa hak. dalam kasus ini pelaku akan kita jerat dengan pasal  335  KUHP  Jonto Psl 2 ayat 1 UU Drt. No. 12 tahun l951," ungkapnya.

Dikatakannya, jika dalam penyelidikan pihaknya mendapatkan bukti yang cukup sesuai dengan laporan korban, maka kasus tersebut akan ditingkatkan.

"Apabila hasil penyelidikan menemukan bukti awal yang cukup, pengaduan Ida akan di lanjutkan, dari proses penyelidikan akan di lanjutkan Ke Penyidikan," pungkasnya.

Penulis: sup
Editor: zhf