Tokoh Pemuda Nilai Elviana Sepihak

Kamis, 26 April 2018 - 18:45:58 | dibaca: 322 kali


Hasan Mabruri
Hasan Mabruri / ist

BANGKO, meranginekspres.com- Postingan anggota DPR RI usungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Dapil Jambi, Elviana, selain menuai kecaman dari sejumlah pendamping desa dan Kades, mendapat tanggapan serius dari sejumlah tokoh.

Hasan Mabruri, seorang tokoh muda Provinsi Jambi, mengkiritik postingan yang dituliskan wakil Provinsi Jambi di Senayan tersebut.

‘’Saya berpendapat, Buk Elviana salah besar terkait ini. Saya bukan pendamping desa, sebenarnya teman teman pendamping desa sangat bermanfaat bila seluruh perangkat desa berkenan bersinergi dengan mereka,” tulis Pemuda asal Merangin yang lebih kerap disapa Bohok itu.

Baca juga:  Barlep: "Siapa Bilang Pendamping Desa tak Bermanfaat"

Semestinya menurut Bohok, Elviana harus menilai dari semua pihak, tidak satu sisi saja sehingga ada cek dan balance. Dikatakan Bohok, dirinya melihat beberapa kasus dana desa yang muncul di Merangin. Dia menilai ada oknum oknum Kades yang kucing-kucingan dengan pendamping desa, sehingga muncul temuan pelaporan dana desa.

‘’Saya justru khawatir, Ibu Elviana tidak memahami dengan benar kondisi yang dihadapi pendamping desa dilapangan. Saya merasa tidak etis saja, kalau curhatan beberapa kades kemudian di posting tanpa menampilkan pendapat dari pendamping,” ujar Bohok.

Tulisan Mabruri ini langsung ditanggapi Elviana. Dalam beberapa komentarnya, Elviana balik menanyakan maksud Mabruri memposting tentang kirimannya di Facebook tersebut.

“Saya tidak pula membenarkan statemen bapak bapak kades, juga tidak menyalahkan pendamping desa. Petugas BPKP pusat juga mendengarkan dan mencatat tentang hal ini di dalam rapat senin kemarin,” tulis Elviana membalas postingan Mabruri.

Cuitan Mabruri tak luput dari komentar Musri Nauli, salah seorang Advokat ternama di Provinsi Jambi. Menurut Musri peran vital pendamping desa sangat berarti.

‘’Kalau Kades yang mau menjalankan anggaran secara transparan, peran vital pendamping desa begitu berarti, tapi kalau ada kades yang mengeluh, karena khawatir dana bisa dikontrol,” tulisnya.

Sebelumnya, Elviana menanggapi dari banyaknya komentar di Facebooknya. Elviana mengatakan, dengan postingannya tersebut, dirinya bisa mendapatkan klarifikasi lansung dari para pendamping desa di Kabupaten Merangin.

‘’Terimakasih atas masukannya. Melalui postingan ini saya memang menunggu klarifikasi dari teman-teman pendamping, sehingga kalau di rapat internal Komisi XI saya bisa tunjukan bukti bahwa info tentang kelemahan pendamping desa tidak benar,” tulis Elviana.

Penulis: zhf
Editor: zhf