Uang Puluhan Juta Raib, Berangkat Umroh Bersama Travel Lain

Hati-hati Pilih Travel Umroh, Oknum 'Buya' di Sarolangun Diduga Tipu Calon Jamaah Asal Merangin

Jumat, 20 April 2018 - 18:39:37 | dibaca: 630 kali


Ilustrasi
Ilustrasi / ist

BANGKO, meranginekspres.com- Sejumlah calon jamaah Umroh, mengaku merasa tertipu oleh oknum berinisial MN, warga Sarolangun yang mengaku sebagai perwakilan dari salah satu agen perjalanan Umroh & Haji.

Kejadian yang merugikan calon jamaah Umroh hingga puluhan Juta Rupiah itu, berawal saat beberapa warga yang berniat untuk melakukan perjalanan ibadah Umroh, mempercayakan urusan keberangkatan tersebut kepada MN. Namun hingga waktu yang dijanjikan, para korban yang telah menyetorkan uang biaya perjalanan ibadah tersebut, tak kunjung berangkat.

Tidak hanya itu saja, bahkan sejumlah calon jamaah umroh yang merasa tertipu tersebut, hingga kini belum mendapatkan kembali puluhan juta uang yang telah disetorkan kepada MN. Meski telah beberapa kali ditagih, namun selalu dijanjikan akan dibayar, akan tetapi setelah beberapa bulan berlalu, niat baik MN untuk mengembalikan uang calin jamaah tak kunjung terlaksana.

AM, salah satu calon jamaah umroh asal kecamatan Jangkat, kepada meranginekspres.com menceritakan, awalnya ia bersama calon jamaah umroh lainnya sama sekali tidak merasa curiga dengan MN, yang diketahui merupakan seorang Ustadz cukup kondang asal kabupaten Sarolangun tersebut.

"Niat kami kan ingin beribadah, ya karena yang kami tahu dia (MN) adalah perwakilan agen perjalanan Umroh, maka kami tidak curiga sedikitpun untuk menyetorkan uang untuk biaya perjalanan umroh kami," ujar AM.

Dilanjutkannya, kecurigaan mulai timbul saat ia dan sejumlah calon jamaah umroh lainnya akan mengurus pembuatan Passpor, dimana surat rekomendasi yang diberikan oleh MN, yang juga kerap dipanggil Buya MN itu, ternyata ditolak oleh pihak imigrasi Jambi, dengan alasan rekomendasi tersebut diragukan keabsahannya.

"Saya dan isteri saya bersama beberapa orang lainnya, sudah sampai ke kantor imigrasi, untuk mengurus passpor dengan membawa rekomendasi yang diberikan Buya MN kepada kami, tapi rekomendasi itu ditolak," terang AM lagi.

Berangkat dari penolakan pihak Imigrasi tersebut, AM bersama calon jamaah lainnya mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Buya MN, namun tidak ada jawaban memuaskan yang mereka dapatkan.

Waktu berganti, bulan demi bukan pun berlalu. Meski telah begitu sering ditagih, namun Buya MN selalu berkelit, baik soal keberangkatan umroh maupun saat diminta mengembalikan uang yang telah disetor.

Bahkan untuk melaksanakan niat ibadahnya, AM bersama beberapa jamaah lainnya beberapa bulan lalu telah berangkat umroh, melalui travel atau agen perjalanan umroh lainnya. Namun uang yang sudah terlanjur disetor kepada Buya MN, hingga saat ini belum dikembalikan.

"Alhamdulillah niat ibadah umroh kami sudah terlaksana, kami berangkat dengan travel lain. Tapi uang yang sudah kami setor ke Buya MN itu, sampai sekarang belum dikembalikan, padahal sudah sangat sering kami tagih, dia selalu menjanjikan akan membayar. Sudah lebih kuranh setahun berlalu, tak kunjung dibayar, kami memegang kuitansinya," beber AM yang juga dibenarkan rekannya IZ.

Sementara, Buya MN dikonfirmasi via layanan sms ke telepon seluler yang biasa ia gunakan, hingga kini belum ada jawaban.

Penulis: zhf
Editor: zhf