Sarana Minim, UNBK Terkesan Dipaksakan

Rabu, 11 April 2018 - 20:12:20 | dibaca: 38 kali


Suasana UNBK di SMAN 1 Pengabuan
Suasana UNBK di SMAN 1 Pengabuan / Hry

KUALA TUNGKAL, meranginekspres.com- Minim nya sarana dan prasarana (sarpras) pendukung, masih mewarnai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Tanjab Barat. 

Mulai dari komputer, listrik hingga sampai pada jaringan internet, yang menganggu proses UNBK. 

Sejak digelar pada (10/4) kemarin,  berbagai kendala dihadapi pihak sekolah dalam penyelenggaran UNBK di kabupaten Tanjabbar. 

Disejumlah sekolah penyelenggaran kegiatan yang berstandar nasional ini masih di jumpai sejumlah persoalan teknis yang seharusnya tidak terjadi.

Pantauan meranginekspres.com, UNBK ini terkesan program pemerintah yang di paksakan. Karena, minimnya prasarana pendukung kelancaran program ini hampir di temukan di setiap sekolah penyelenggara UNBK.

Seperti halnya SMAN 1 Pengabuan,  untuk tetap dapat melaksanakan UNBK, pihak sekolah terpaksa harus bekerja keras mengumpulkan laptop dan komputer supaya dapat melangsungkan program UNBK. 

Tidak hanya itu, pasokan listrik dari PLN yang tidak stabil, juga membuat pihak sekolah harus menyediakan mesin genset supaya tidak terjadi gangguan saat ujian berlangsung.

Kepala sekolah SMAN 1 Pengabuan, Kasiyo saat dikonfirmasi membenarkan kendala yang dihadapi pihak sekolah selama pelaksanaan UNBK berlangsung.

"Inilah kondisi dan permasalahan yang kami hadapi dalam pelaksanaan UNBK, untuk menyediakan komputer kita harus pinjam sana - sini, baik dengan para guru, wali murid serta minjam dengan sekolah lainnya," keluhnya.  

Dirinya mengakui, sejak berlakunya program UNBK ini, pihak sekolah belum pernah mendapatkan bantuan, baik dari dinas maupun pemerintah untuk kelengkapan Sarpras UNBK tersebut. 

"Tidak ada satu pun fasilitas yang kita terima untuk kelengkapan UNBK, semua kita upayakan dari anggaran sekolah yang ada, karena dana terbatas yang bisa kita beli juga terbatas," sebutnya.

Dirinya menjelaskan, pihak sekolah hanya bisa berharap agar program UNBK yang sudah berjalan dengan baik ini, juga di tunjang dengan kelengkapan sarana dan prasarana.  

"Kami dari sekolah hanya bisa berharap, pada UNBK yang akan datang tidak lagi terkendala dengan persoalan yang sama," harapnya. 

Sementara, Ketua panitia UNBK SMAN 1 Pengabuan M. Imam Tobroni menuturkan, jumlah peserta yang mengikuti UNBK di SMAN 1 Pengabuan sebanyak 250 orang. Terdiri dari siswa SMA 1 Pengabuan sebanyak 120 orang sedangkan sisa nya berasal dari SMA 4 Pengabuan, SMA yayasan Pengabuan, SMA 3 Pengabuan serta SMA yang berinduk ke SMAN 1 Pengabuan.

Terpisah,  ketua komite SMAN 1 Pengabuan, Salifri juga mengkritisi minimnya perhatian pemerintah terhadap sekolah diwilayah Kecamatan Pengabuan.

"Seharusnya semua kelengkapan sarana dan prasarana untuk UNBK ini sudah di pasilitasi dinas terkait sebelum UNBK di laksanakan, supaya pihak sekolah tidak terkendala dalam mensukseskan program yang berskala nasional ini, " ungkapnya.

Selain berbagai kendala yang di hadapi pihak sekolah dalam melaksanakan UNBK, juga tampak ketidak siapan Dinas Pendidikan dalam melangsungkan ujian nasional kali ini. Hal itu terlihat dari tidak adanya tim pemantau dan pengawasan yang di terjunkan dinas ke sekolah.

Hingga sejak UNBK di gelar tidak satupun pemantau dari dinas pendidikan yang terlihat hadir di sekolah.

Penulis: hry
Editor: zhf