Pidos, Pelaku Penista Agama Divonis 18 Bulan Penjara

Selasa, 10 April 2018 - 19:49:27 | dibaca: 540 kali


Pidos, pelaku penistaan agama, usai mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Bangko
Pidos, pelaku penistaan agama, usai mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Bangko / sup

 

BANGKO, ME- Pengadilan Negeri (PN) Bangko menggelar sidang pembacaan putusan terdakwa kasus penistaan agama di kabupaten Merangin, majelis hakim memutuskan terdakwa, Firdaus alias Pidos bersalah dengan hukuman satu tahun enam bulan (18 bulan).

Pidos yang mesehariannya berjualan di terminal Bus pulau tujuh desa Langling kecamatan Bangko, terbukti melanggar pasal 156a huruf (a) KUHP.

Yang mana 'Dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia'.

Putusan tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis, Erica Mardalena. Dalam berkas putusan tersebut disebutkan, Setelah mendengarkan saksi-saksi, fakta-fakta hukum maka terdakwa dinyatakan terbukti bersalah.

"Maka dengan ini memutuskan terdakwa bersalah, dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan, terdakwa diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000. Lalu barang bukti sendal yang bertuliskan lafaz Allah dan Muhammad disita untuk dimusnahkan," sebut ketua majelis, Erica.

Sidang putusan tersebut dimulai sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (10/4). ketua majelis didampingi hakim anggota Yofistian digantikan oleh Jimmy Hendrik Tanjung, karena berhalangan hadir dan Dini Nusrotudiniyah Arifin.

Setelah mendengarkan putusan sidang tersebut, tampak rawut wajah Pidos bersedih, yang menandakan menyesali perbuatannya.

Ketika ditanya oleh majelis hakim, apakah dirinya menerima putusan tersebut atau akan melakukan upaya banding. Dirinya menerima putusan pengadilan tersebut, maka dirinya akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di jeruji besi, selama 18 bulan.

Karena putusan yang dibacakan tersebut sesuai dengan putusan hakim, dan jaksa penuntut umum juga menerima hasil putusan tersebut.

untuk diketahui, sekitar 5 Desember 2017 lalu bertempat di terminal Type A Pulau Tujuh Desa Langling kecamatan Bangko. Terdakwa didapati menulis lafaz Allah dan Nabi Muhammad di sendal jepitnya, disebelah kanan lafaz Allah dan disebelah kiri lafaz Muhammad.

Penulis: sup
Editor: zhf