Sekda Bantah Pernah Nyatakan Perhatian Pemerintah Kurang

Minggu, 08 April 2018 - 14:12:49 | dibaca: 159 kali


Sekda Merangin, H. Sibawaihi
Sekda Merangin, H. Sibawaihi / ist

BANGKO, meranginekspres.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Sibawaihi menyesalkan pemberitaan yang dimuat disalah satu media Online, yang menurutnya konten pemberitaan tersebut tidaklah benar adanya.

Terkait pemberitaan yang mengupas soal menurunnya prestasi Kafilah Merangin. Dirinya menegaskan, pernyataan tersebut tidak pernah disampaikannya, baik saat dalam sambutan maupun sesi wawancara dengan media usai kegiatan pengukuhan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Merangin.

Sekda saat dikonfirmasi awak media terkait pemberitaan tersebut menyayangkan, pemberitaan tersebut sangat merugikan dirinya, sebab menurutnya, akibat pemberitaan tersebut bukan tidak mungkin akan timbul masalah dan salah paham antara dirinya dengan Bupati Merangin Non Aktif, Al Haris.

"Disana tidak hanya ada saya, ada Buya KH Satar Saleh, ada Kepala Kemenag, ada Buya Sofwan selaku panitia. Coba tanyakan kepada mereka, apa benar saya pernah menyampaikan itu, dan saya berani bersumpah jika pernah menyampaikan itu pada Forum tersebut," ungkapnya.

Lebih jauh, 'panglima' ASN kabupaten Merangin ini menyebutkan, bahwa dirinya telah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak media terkait, guna melakukan klarifikasi. Sayangnya menurut Sibawaihi, berita klarifikasinya justru ia katakan tidak sesuai dengan harapan.

"Saya sudah telpon dan tadi pagi (kemarin_red) kami sudah ketemu, tapi bukannya klarifikasi, malah ada pemberitaan lain yang dimuat," jelas Sekda.

Dilanjutkannya, jika memang benar ia mengatakan hal tersebut, tentu dirinya juga mendapat imbasnya. Karena dirinya sebagai ketua LPTQ dan Ketua TAPD, jelas dirinya yang disalahkan masyarakat, karena kurang perhatian dengan pembinaan Khafilah melalui pondok pesantren di kabupaten Merangin.

"Dalam sambutan saya, pertama saya memotivasi pimpinan Pondok pesantren itu agar punya inovasi, ide yang cerdas dengan gagasan-gagasan yang cemerlang, agar jangan hanya rutinitas, jangan kami (Pemerintah_red) saja yang berinovasi. Kita punya kelemahan, kita beberapa kali pernah juara 2 dan 3 MTQ, kenapa sekarang juara 6 dan 7, nah dimana letak masalahnya, maka kami Pindak peran pondok, lahirkan lah Qori dan Qori'ah, jangan malah dijual keluar alasannya tidak diperhatikan pemerintah," ujarnya.

"Intinya, saya berharap kepada kita semua, jangan ada yang mengompori sehingga membuat suasana Merangin tidak aman, tidak nyaman dan tidak tentram. Apalagi dalam waktu dekat kita akan menghadapi Pilkada," harapnya.

Penulis: sup
Editor: zhf