UPTD Harus Serius Awasi Guru Sertifikasi

Senin, 26 Maret 2018 - 22:05:39 | dibaca: 107 kali


M Zubir
M Zubir / dok-ME

BANGKO, ME- Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Merangin, menginstruksikan kepada seluruh kepala UPTD Pendidikan dan Kepala sekolahm untuk menggiatkan pengawasan terhadap guru penerima tunjangan Setifikasi.

Ini dilihat dari banyaknya jumlah dan penyebaranya ke sekolah, Selain Dikbud Merangin yang paling dituntut untuk melakukan pengawasan kepada para guru tersebut yakni UPTD Pendidikan melaui pengawas sekolah dan Kepsek.

‘’Belakangan ini sering kita mendapat informasi mengenai isu-isu miring terhadap guru sertifikasi yang malas dalam menjalankan tugasnya. Maka kedepanya Pengawas dan Kepsek harus melakukan pengawasan sesuai dengan SOP terkait penyaluran dana sertifikasi. Sebab dengan dugaan permaian oknum guru yang tidak pernah mengajar namun tetap mendapat sertifikasi menunjukan bahwa pengawasan yang dilakukan tidak benar, jika tujangan tetap diberikan” kata M.Zubir selaku kepala dinas Dikbud Merangin.

Dikatakannya  kalau ada masyarakat atau pengawas yang menemukan guru sertifikasi malas mengajar, dimohon agar memberi informasi kepada Dikbud Merangin, dimana masalah tersebut jangan dianggap sebagai persoalan sepele melainkan harus ditindaklanjuti dengan serius.

‘’Jangan sampai ada permasalahan yang laporanya masuk ke Dikbud Merangin, namun disisi lain pihak UPTD dan Kepsek tidak mengetahui. Tidak tertutup kemungkinan ada kejadian seperti ini. Maka ditingkat pungsi pengawasan melalui UPTD dan Kepsek yang harus lebih mengiatkan diri dalam melakukan pengawasan secara efektif,” sebutnya.

Kemudian Dia melajutkan, besar harapan terutama pada Pengawas Sekolah dan Kepsek agar proaktif dalam menindaklanjuti kalau ada dugaan temuan. Sebab kalau dibiarkan, temuan tersebut dapat menjadi hal buruk bagi dunia pendidikan.

‘’Kami meminta UPTD agar mengaktifkan pengawas sekolahnya, dalam mengambil tindakan tegas. Jangan sampai ada guru sertifikasi yang mengajar tidak sampai 24 jam dalam satu minggu, atau jarang masuk ke sekolah,” harapnya.

Jika nantinya, menurutnya Dikbud Merangin menemukan kenyataan tersebut maka Guru penerima tunjangan sertifikasi tidak segan untuk dihentikan pembayaran tunjangan sertifikasinya, dengan catatan uang tunjangan dikembalikan ke negara.

‘’Jika tidak pernah bertatap muka dengan siswa namun tetap mendapat sertifikasi, sehingga dana tunjangan sertifikasi di stop kemudian dikembalikan ke negara,” cetusnya.

‘’Tekait sanksi yang malas mengajar harus ditangani lansung oleh Kepsek dan data validnya diminta Kepsek melaporkan ke Dikbud jika ada temuan. Dimana Disdik tidak akan memberi tolerir jika ditemukan guru sertifikasi yang malas,” tuntasnya.

Penulis: bar
Editor: zhf