Potret Buram Pendidikan di Merangin, Murid Madrasah Ini Belajar di Lantai

Minggu, 25 Maret 2018 - 09:35:58 | dibaca: 700 kali


Postingan akun FB Rendy Sang Pemimpi yang terpantau meranginekspres.com, memperlihatkan murid sedang belajar di lantai.
Postingan akun FB Rendy Sang Pemimpi yang terpantau meranginekspres.com, memperlihatkan murid sedang belajar di lantai. /

BANGKO, ME- Miris, sepertinya tulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan disalah satu Madrasah di Desa Talang Tembago Kecamatan Jangkat Timur. Betapa tidak, karena kekurangan bangku belajar, mereka terpaksa duduk dilantai.

Dalam postingan akun Fcebook Rendy Sang Pemimpi yang dilihat meranginekspres.com, terlihat menggambarkan mirisnya suasana belajar murid-murid disekolah tersebut, dalam photo yang menyertai postingan tersebut, terlihat sejumlah murid tengah belajar dengan cara dudu lesehan di atas lantai beton yang selintas mulai rusak, Tanpa Alas !!

"Ini lh penerus. Wanita hebat kedepanya. Rela belajar duduk demi. Masadepan.  * tak punya bangku. Pemerintahan tolong perhatikan.  Sekolh kami," demikian isi caption yang menyertai gambar nan menyentuh hati itu.

Meranginekapres.com ini mencoba menggali informasi lebih dalam kepada pemilik akun tersebut, melalui layanan messenger, terkait postingannya yang cukup banyak mendapat tanggapan prihatin dari netizen tersebut.

Harian ini mencoba melontarkan beberapa pertanyaan, dan direspon baik oleh akun tersebut. Dari keterangan pemilik akun, diketahui sekolah tersebut adalah MTs M Amin Rajo Tiang So, saat ini memiliki jumlah murid sekitar 131 orang.

Ia menyebutkan, sekolah tersebut masih berstatus swasta, saat ini hanya memiliki tiga kelas belajar yang dibangun pada tahun ajaran 2011-2012 lalu. 

"Masih swasta bg.  Kalau bantuan setahu aku cuma lokal lah dulu bg. dibangun pada tahun tahun  2011-2012," sebut Rendy melalui layanan pesan messenger

Dikatakannya, saat ini ruang kelas belajar juga terbatas, yang mana baru dibangun tiga ruang kelas, karenanya, pihak sekolah juga terpaksa menggunakan mushola sekolah untuk kegoatan belajar mengajar.

"Bangku yang kurang sekitar 53 unit.S Setahu Aku bg bangku yg ado tu dari Orang tua wali lah, kalu dari pemerintah belum ado bg. Kami sini jgo belajar dimusola bg  lokalnyo jgo dak cukup, lokal yang ado cuma 3  lokal bg, itupun dibangun 2011-2012, dak pula permanen. Kalu bangku, semenjak Aku ngajar sini  yang kelas 1 (satu) belum ado bangko bg, cuma numpang bangku Kelas lain bg," terangnya.

Penulis: sup
Editor: zhf