Politik

KPU Siapkan Antisipasi Golput

Topan Merangin | Selasa, 14 Mei 2013 - 18:50:15 WIB | dibaca: 325 pembaca

BANGKO- Untuk mengantisipasi jumlah pemilih pasif, atau lebih dikenal dengan istilah Golongan Putih (Golput), pada pemilu legislatif 9 April 2014 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kaupaten Merangin selaku penyelenggara pemilihan mengaku akan melakukan berbagai langkah sesuai dengan fungsinya.
Ketua KPU Merangin, Barlep ketika dibincangi menegaskan, dalam mengantisipasi kemungkinan peningkatan Golput pada pileg ini nanti, pihaknya akan lebih intens melakukan sosialisasi ketengah masyarakat. Dikatakannya, fakta meningkatnya angka golput pada pemilihan terakhir di Merangin, yakni pada pemilukada lalu tidak langsung membuat KPU Merangin berpuas diri.
     ‘’Kita selaku penyelenggara adalah pihak yang paling tidak menginginkan masyarakat memilih Golput, sebab tolak ukur kesuksesan pileg ini nanti juga tidak terlepas dari tinggi dan rendahnya tingkat partisipasi pemilih,” ujar Barlep.
Salah satu langkah yang akan dilakukan dalam sosialisasi nanti,  diantaranya yakni dengan menyebar instrument ke setiap penjuru wilayah Kabupaten Merangin, seperti ajakan kepada masyarakat untuk memberikan hak suara dengan cara menunjukkan tata cara, tempat dan tanggal pelaksanaan pileg, serta memberikan pemahaman terhadap masyarakat mengenai pentingnya ikut berpartisipasi dalam memilih.
‘’Kita akan segera sebarkan alat – alat peraga KPU tentang pelaksanaan pileg, tanpa terkecuali akan kita sebarkan diseluruh penjuru Kabupaten Merangin, sehingga semua masyarakat merasa terpanggil untuk datang pada saat pecoblosan,” tambah Barlep.
Selain melakukan sosialisasi dengan cara tersebut, KPU juga mengintruksikan kepada setiap perpanjangan tangannya dibawah, seperti Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), untuk melakukan sosialisasi ditingkatnya masing – masing.
Mengenai potensi golput yang tidak bisa dipungkiri terjadi pada setiap pemilu, dikatakannya hal itu terjadi karena persoalan yang cukup beragam, seperti persoalan teknis, misalnya masyarakat tidak mendapatkan info terkait pelaksanaan pemilihan, selain itu persoalan politis juga cukup mempengaruhi, yang lebih disebabkan sikaf apatis masyarakat terhadap pemerintahan atau sistem yang sudah dijalankan oleh anggota legislatif sebelumnya.
    ‘’Dengan upaya instrument ini insyallah alasan masyarakat tidak ada lagi untuk tidak memilih, dan mereka merasa terpanggil nantinya,” pungkas Barlep.(men)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)